727 Peserta Ramaikan IRS Piala Bupati Bantul, 400 Masih Pemula
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Polisi menyebut para tersangka pembakaran seorang mahasiswa berinisial DTP, 21, yang terjadi beberapa waktu lau sempat menenggak minuman keras sebelum menuju rumah korban, hingga akhirnya mereka saling terlibat cekcok di lokasi kejadian.
"Sebelumnya mereka sempat minum sebotol anggur merah di rumah pelaku JRI dan diajak dua rekannya ini ke rumah korban," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Selasa (26/4/2022).
BACA JUGA: Pembakaran Mahasiswa, Polisi: Pelaku & Korban Sempat Keroyok dan Bacok Seseorang
Dalam kasus itu, petugas kepolisian telah meringkus dua dari tiga pelaku insiden pembakaran masing-masing berinisial JRI, 21 dan ANH, 21. Sementara satu tersangka lainnya dengan inisial MZH, 21, dalam perjalanan menuju Jogja.
"Motifnya karena cekcok soal knalpot R9, di mana knalpot itu sendiri bukan kepunyaan korban," kata Ade.
Berdasarkan penelusuran polisi, barang bukti knalpot yang menjadi pemicu insiden pembakaran itu merupakan milik F yang kemudian dititipkan ke rumah korban. Ketiga pelaku lantas ingin mengecek knalpot tersebut di rumah korban. Namun, pengakuan para pelaku, gestur korban tidak mengenakkan saat tersangka JRI bertanya soal keberadaan knalpot.
"Saat pelaku JRI bertanya di mana knalpotnya, korban mendongakkan kepala ke arah belakang," jelas Ade.
Hal ini diduga jadi kekesalan tersangka JRI. Ditambah lagi ketiganya sempat menenggak sebotol minuman keras sebelum ke rumah korban. Apalagi, siang harinya mereka juga sempat terlibat dalam aksi dugaan penganiayaan terhadap korban lainnya di wilayah Giwangan, Umbulharjo.
"Tersangka JRI terbawa emosi dan keduanya sempat terlibat aksi saling pukul. Korban sempat terjatuh dan tersangka melihat botol berisikan minyak bensin dan langsung menyiramkannya ke tubuh korban dan mengambil korek gas lantas mengarahkannya ke tangan korban," ungkap Ade.
Polisi mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan botol berisi bensin yang ada di kamar korban memang telah ada lebih dulu di tempat itu.
Polisi juga masih akan menggali keterangan dari korban yang saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit. "Kami akan dalami terus, karena sementara ini pemeriksaan terhadap korban juga masih tahap awal karena kondisinya yang belum memungkinkan," katanya.
BACA JUGA: Mahasiswa di Jogja Disiram Bensin Lalu Dibakar, Ini yang Bikin Heran Polisi
Polisi menjerat ketiganya dengan pasal berlapis yakni Pasal 355 ayat 1 dengan ancaman pidana 12 tahun, subsider pasal 354 ayat 1 KUPHP ancaman pidana delapan tahun dan pasal 56 KUHP kepada dua tersangka lainnya yang diduga membantu dengan menyediakan kendaraan bermotor dan bertindak sebagai joki saat kabur.
"Dan yang tidak kalah penting adalah penerapan pasal 221 KUHP yang berbunyi barang siapa menyembunyikan atau membantu pelaku kejahatan melarikan diri diancam hukuman pidana sembilan bukan penjara," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.
PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Hiromu Tanaka mencetak dua gol, sedangkan Matheus Fornazari melengkapi kemenangan Super Elja.
Pemkab dan DPRD Gunungkidul merampungkan revisi Perda Pajak dan Retribusi dalam 14 hari untuk menghindari sanksi dari Kemendagri.
Warga dari 15 pedukuhan menggelar kirab budaya HUT ke-80 Sidomulyo dengan swadaya, melibatkan hampir 1.500 peserta.
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi sepakat memperkuat industri pertahanan, pendidikan militer, dan investasi strategis kedua negara.
Banjir bandang di Distrik Gorkha, Nepal, menghanyutkan 35–40 rumah dan sejumlah jembatan. Helikopter dikerahkan untuk evakuasi dan bantuan.