Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Lingkungan Hidup Sleman menyiapkan beragam skenario untuk mengantisipasi persoalan sampah di Bumi Sembada.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan, salah satunya adalah dengan melibatkan secara serius peran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Kami akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak bisa mengelola sampahnya dengan baik,” kata dia, Selasa (10/5/2022).
Selain itu, Pemkab Sleman menyiapkan pembangunan TPST di wilayah Sleman Barat, Sleman Tengah dan Sleman Timur. Hasil pengolahan sampah di TPST adalah zero waste. “Saat ini kami sedang mengurus perizinannya,” ujarnya.
Sementara itu, dalam jangka pendek, pengelolaan masalah sampah di Sleman, kata dia, dilakukan dengan mengoptimalkan pengolahan sampah di 13 transfer depo dan 23 TPS 3R yang sudah ada.
“Dengan memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik akan dibuat kompos dan sampah anorganik menjadi rongsok yang dijual ke pengepul. Ke depan kami mohon partisipasi masyarakat utk mulai mengurangi dan memilah sampahnya di RT masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.