Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
Ubi jalar./Antarafoto
JOGJA-Kecepatan perubahan gaya hidup masyarakat ke arah pola makan tinggi lemak dan gula serta aktivitas fisik yang rendah memicu pergeseran percepatan timbulnya sindrom metabolik seperti obesitas sentral, resistensi insulin, dislipidemia maupun hipertensi disertai stress oksidatif yang menjadi faktor risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2, kanker, obesitas, stroke, dan penyakit kardiovaskuler atau yang sering dikenal sebagai penyakit jantung.
Badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa faktor nutrisi memengaruhi lebih dari dua pertiga kejadian penyakit di seluruh dunia. Asupan nutrisi yang tidak seimbang dalam tubuh, baik jumlah maupun jenisnya akan memicu sindrom metabolik.
Penyandang penyakit terkait sindrom metabolik umumnya mengalami stres oksidatif akibat produksi radikal bebas yang berlebihan sehingga sistem pertahanan antioksidan dalam tubuh tidak mampu mengatasinya. Kondisi ini akan memperparah penyakit dan memicu komplikasi sehingga untuk mengatasinya perlu tambahan antioksidan dari luar seperti halnya mendapatkan terapi nutrisi (vitamin, mineral, fitokimia).
Beragam pangan lokal seperti gembili, labu kuning, ubi jalar orange, buah bit, kedelai, maupun jagung ungu dapat menjadi sumber antioksidan. Sebagai contoh misalnya labu kuning. Labu kuning merupakan bahan pangan lokal yang banyak terdapat di pekarangan penduduk daerah pedesaan dan belum banyak dimanfaatkan masyarakat.
Labu kuning kaya kandungan karoten sebagai antioksidan yang dapat mengatasi stress oksidatif sehingga dapat memperbaiki propilid dan glukosa darah.
Upaya menggali potensi pangan lokal sebagai sumber antioksidan memang penting untuk dilakukan kajian lebih lanjut. Kajian tersebut diharapkan mampu menjadi sarana untuk memahami mekanisme stress oksidatif dan faktor pemicunya serta jalur metabolisme yang dipengaruhinya.
Untuk memperkaya pemahaman masyarakat awam tentang stres oksidatif, sindrom metabolik, serta sumber pangan lokal yang kaya antioksidan, maka Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bekerjasama dengan UGM Press secara khusus menyelenggarakan webinar kesehatan dan bedah buku salah satu karya dosen berjudul “Antioksidan dalam Penanganan Sindrom Metabolik“ dalam bentuk webinar kesehatan.
Kegiatan dilaksanakan pada hari ini, Kamis (19/5/2022) di Auditorium Gd. Pascasarjana Tahir Foundation Sayap Utara Lt. 1
FK-KMK UGM Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta.
Adapun pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes selaku narasumber dan penulis Buku, Pakar Biokimia Nutrisi, Nutrigenomik dan Nutrigenetik; dr. Andreanyta Meliala, PhD – Pembedah, Pakar Fisiologi, dan dr. Hemi Sinorita, SpPD-KEMD – Pembedah, Pakar Ilmu Penyakit Dalam. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
KPK tidak menindak dugaan pelanggaran etik Setya Budi Dias karena yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi insan KPK.
Lelang aset Sritex di KPKNL Surakarta masih stagnan. Eks pekerja berharap Danantara segera mengakuisisi pabrik dan menyelesaikan pesangon
Peringatan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dikemas melalui rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan yang dibuka pada Sabtu (15/8) di Paseban Bantul
Dispar Kaltim bersama komunitas menanam 75 fragmen karang di Pulau Miang memakai metode MARRS untuk menjaga wisata bahari
Hari keenam pencarian KMP Putri Yasmin, Tim SAR mengerahkan pesawat Cassa TNI AL untuk mencari empat korban yang belum ditemukan.