Pegadaian Sabet Penghargaan IPMA Global Project Excellence Award 2026
Pegadaian meraih penghargaan Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima, Jepang, dan mengharumkan nama Indonesia
Ubi jalar./Antarafoto
JOGJA-Kecepatan perubahan gaya hidup masyarakat ke arah pola makan tinggi lemak dan gula serta aktivitas fisik yang rendah memicu pergeseran percepatan timbulnya sindrom metabolik seperti obesitas sentral, resistensi insulin, dislipidemia maupun hipertensi disertai stress oksidatif yang menjadi faktor risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2, kanker, obesitas, stroke, dan penyakit kardiovaskuler atau yang sering dikenal sebagai penyakit jantung.
Badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa faktor nutrisi memengaruhi lebih dari dua pertiga kejadian penyakit di seluruh dunia. Asupan nutrisi yang tidak seimbang dalam tubuh, baik jumlah maupun jenisnya akan memicu sindrom metabolik.
Penyandang penyakit terkait sindrom metabolik umumnya mengalami stres oksidatif akibat produksi radikal bebas yang berlebihan sehingga sistem pertahanan antioksidan dalam tubuh tidak mampu mengatasinya. Kondisi ini akan memperparah penyakit dan memicu komplikasi sehingga untuk mengatasinya perlu tambahan antioksidan dari luar seperti halnya mendapatkan terapi nutrisi (vitamin, mineral, fitokimia).
Beragam pangan lokal seperti gembili, labu kuning, ubi jalar orange, buah bit, kedelai, maupun jagung ungu dapat menjadi sumber antioksidan. Sebagai contoh misalnya labu kuning. Labu kuning merupakan bahan pangan lokal yang banyak terdapat di pekarangan penduduk daerah pedesaan dan belum banyak dimanfaatkan masyarakat.
Labu kuning kaya kandungan karoten sebagai antioksidan yang dapat mengatasi stress oksidatif sehingga dapat memperbaiki propilid dan glukosa darah.
Upaya menggali potensi pangan lokal sebagai sumber antioksidan memang penting untuk dilakukan kajian lebih lanjut. Kajian tersebut diharapkan mampu menjadi sarana untuk memahami mekanisme stress oksidatif dan faktor pemicunya serta jalur metabolisme yang dipengaruhinya.
Untuk memperkaya pemahaman masyarakat awam tentang stres oksidatif, sindrom metabolik, serta sumber pangan lokal yang kaya antioksidan, maka Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bekerjasama dengan UGM Press secara khusus menyelenggarakan webinar kesehatan dan bedah buku salah satu karya dosen berjudul “Antioksidan dalam Penanganan Sindrom Metabolik“ dalam bentuk webinar kesehatan.
Kegiatan dilaksanakan pada hari ini, Kamis (19/5/2022) di Auditorium Gd. Pascasarjana Tahir Foundation Sayap Utara Lt. 1
FK-KMK UGM Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta.
Adapun pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes selaku narasumber dan penulis Buku, Pakar Biokimia Nutrisi, Nutrigenomik dan Nutrigenetik; dr. Andreanyta Meliala, PhD – Pembedah, Pakar Fisiologi, dan dr. Hemi Sinorita, SpPD-KEMD – Pembedah, Pakar Ilmu Penyakit Dalam. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegadaian meraih penghargaan Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima, Jepang, dan mengharumkan nama Indonesia
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Jelajah Tamanmartani Kulinerun digelar 24–25 Oktober 2026 dengan olahraga, kuliner, budaya, serta konsep living medal berupa bibit tanaman
Kasus ISPA di Kulonprogo mencapai 84.756 hingga pekan ke-39 2026, naik 1,3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Prabowo mengungkap rencana perubahan nama BNN menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika atau BNPN.
Polsek Sleman mengungkap modus peredaran uang palsu lewat top up uang digital. Pelaku mengaku memakai uang palsu Rp4,5 juta.