Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi domba/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN-Sedikitnya sembilan ekor domba milik seorang warga di kandang kelompok di Kapanewon Berbah, Sleman, dinyatakan positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Pemkab Sleman kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli ternak dari luar daerah.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyampaikan hasil temuan tersebut telah dikonfirmasi oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates pada Sabtu (20/5/2022). Balai memeriksa sampel yang dikirimkan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman menyusul laporan satu ekor domba yang menunjukkan gejala sakit.
"Jadi pada 6 Mei kemarin, seekor domba dilaporkan gejala sakit, diare, kurang nafsu makan, ujung bibir bengkak dan merah dan terdapat keropeng basah yang ditangani oleh puskeswan setempat. Kemudian setelah observasi, diambil sampel swab untuk diuji PCR PMK," ujarnya.
Dari uji sampel swab domba pertama tersebut, BBVet Wates mengonfirmasi positif PMK. Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman bersama dengan BBVet Wates telah menginvestigasi lapangan dan mengambil sampel swab dan serum darah.
Dari 15 sampel yang diujikan di BBVet Wates, hasilnya sembilan domba dinyatakan positif dan enam lainnya negatif. Dari hasil penelusuran dari pemilik domba, dua domba yang positif tersebut belum lama ini dibeli dari Kabupaten Bantul dan dijadikan satu kandang dengan tujuh domba lainnya.
"Dari keterangan pemilik domba tersebut dibeli dari warga di daerah Bantul pada 30 April. Tetapi satu hari sebelumnya domba itu baru datang dari Garut, Jawa Barat. Jadi bisa dikatakan penularan kasus PMK ini akibat ternak dari luar Sleman," ungkapnya.
Dari temuan tersebut, Kustini menegaskan Pemkab Sleman telah melakukan langkah penanganan terpadu semenjak ditemukan laporan ternak sakit hingga dinyatakan positif, di antaranya dengan memberikan pengobatan suportif berupa vitamin A, D, E, desinfeksi peralatan dan area kandang setiap hari.
"Kami juga sudah minta agar kebersihan kandang diperhatikan. Karena hal itu juga bisa jadi mula awal penyakit yang kemudian bisa menyerang hewan ternak. Alhamdulilah, satu ekor domba yang awalnya positif kondisinya sudah baik dan mau makan. Delapan ekor lainnya tidak bergejala dan dalam kondisi sehat," katanya.
Populasi ternak di Kabupaten Sleman saat ini mencapai 99.929 ekor yang terdiri dari sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba dan babi. Ada sekitar 820 kelompok ternak mulai dari sapi potong, sapi perah, kambing, domba dan babi yang semuanya diawasi Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman.
Berkaca dari kejadian tersebut, Kustini meminta agar peternak maupun masyarakat di Sleman untuk sementara waktu tidak membeli hewan ternak dari luar Sleman. Peternak juga diminta melakukan desinfeksi rutin di kandang mandiri maupun kelompok untuk mencegah timbulnya penyakit.
"Kami juga telah membuat tim monitoring dan pengawasan lalu lintas ternak untuk pengawasan dan melibatkan unsur-unsur terkait agar bisa melakukan respon cepat terhadap laporan masyarakat di tiap kapanewon," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Tagihan listrik rumah naik? AC, kulkas, mesin cuci hingga kebiasaan kecil bisa jadi penyebab utama boros energi di rumah.
Luciano Spalletti dikabarkan siap mundur dari Juventus jika gagal membawa klub lolos ke Liga Champions musim depan.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
DPRD DIY siapkan Raperda perlindungan karst yang lebih luas, mencakup seluruh ekosistem dari ancaman pembangunan hingga pertambangan. Simak detailnya di sini.
Bolehkan berkurban meski belum aqiqah? Ini penjelasan hukum Islam bahwa kurban dan aqiqah adalah ibadah berbeda.