Raperda RTRW Gunungkidul Disepakati, Investasi Bakal Lebih Terarah
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sekolah-sekolah di Gunungkidul mulai menerapkan pembelajaran 100%. Meski demikian, para siswa tetap diwajibkan memakai masker pada saat pembelajaran di ruang kelas.
Kebijakan melaksanakan pembelajaran 100%, salah satunya terlihat di SMP Negeri 2 Wonosari. Seluruh siswa di sekolah ini sudah masuk secara bersama-sama. Praktis jumlah keterisian di ruang kelas juga bertambah karena awalnya satu meja satu siswa, tapi sekarang satu meja diisi dua siswa.
“Tidak ada lagi shift karena seluruh siswa sudah masuk semua untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Agus Maryanto, Selasa (24/5/2022).
Dia menjelaskan, penerapan tatap muka 100% tidak lepas dari angka penyebaran virus corona yang terus melandai. Meski demikian, untuk pelonggaran penerapan protokol kesehatan belum bisa dilakukan secara penuh.
Baca juga: Kabar Gembira, Hari Ini Pertama Kalinya DIY Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19
Selain masih menunggu instruksi resmi dari Dinas Pendidikan Gunungkidul, juga tetap mewaspadai potensi penularan di lingkungan sekolah. Oleh karenanya, Agus tetap mewajibkan para siswa menggunakan masker pada saat di ruang kelas.
“Berhubung satu meja sudah diisi dua siswa, maka masih wajib pakai masker. Tapi, utuk saat di luar kelas para siswa sudah diperbolehkan mencopotnya,” kata Agus.
Hal senada disuarakan oleh Kepala SMP Negeri 3 Semanu, Haryanto. Menurut dia, kegiatan belajar di sekolah mulai berjalan normal karena ada beberapa pelonggaran. “Siswa masuk 100 persen dengan durasi waktu 30 menit setiap jam pelajaran,” katanya.
Haryanto menjelaskan, dengan masuknya seluruh siswa maka tidak lagi menerapkan shift masuk untuk belajar. Pembelajaran dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.45 WIB setiap harinya.
“Jaga jarak sudah dilonggarkan karena di kelas, satu meja sudah dipakai dua siswa,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno mengatakan, kebijakan pelonggaran masker masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah pusat. Regulasi ini sangat penting sebagai dasar acuan sebuah kebijakan di daerah. “Pemkab hanya menjalankan instruksi pusat. Jika sudah ada edaran resmi atau diputuskan dalam rapat koordinasi bersama diberlakukan di daerah,” katanya.
Meski demikian, ia tidak menampik ada sekolah yang mulai memperlonggar aturan di sekolah. Winarno mengimbau kepada pihak sekolah agar terus memantau agar tidak terjadi penyebaran virus corona di lingkungan sekolah. “Pengawasan tetap harus dilakukan. Jika ada yang tidak enak badan diperbolehkan izin tidak masuk sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.
BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima MBG dalam pemutakhiran data. Mayoritas merupakan sekolah swasta dan mandiri.
Royal Ambarrukmo Yogyakarta kembali menghadirkan Ambarrukmo Atisomya – Patehan, The Royal High Tea Ceremony, dalam rangkaian acara menuju ulang tahunnya ke-15
BMKG mengingatkan potensi hujan petir di Padang dan hujan di sejumlah wilayah barat Indonesia pada Jumat, termasuk prakiraan cuaca DIY.
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.