Pilur di 31 Kalurahan, DPRD Gunungkidul Minta Warga Cerdas Memilih
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Forum Pemantau Independen (Forpi) Jogja menemukan indikasi kecurangan dalam proses peneriman peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP di Kota Jogja.
Dugaan kecurangan itu antara lain, adanya siswa yang pindah domisili ke dekat lokasi sekolah, meski belum sampai setahun seperti yang disyaratkan dalam PPDB. Tujuannya agar yang bersangkutan lolos PPDB jalur zonasi. Jalur ini memprioritaskan calon siswa yang lokasi tempat tinggalnya paling dekat dengan sekolah. Temuan tersebut hasil dari kunjungan Forpi ke berbagai SMP.
“Kami menemukan di KK [kartu keluarga] tertulis dikeluarkan pada tanggal 27 Desember 2021. Seharusnya menurut aturan [PPDB], KK dikeluarkan paling singkat satu tahun untuk PPDB,” jelas Anggota Forpi Baharudin Kamba, Selasa (14/6/2022).
Sebelumnya, Forpi mengunjungi SMPN 5, SMPN 8 dan SMPN 10 Jogja. Dalam kunjungan tersebut Forpi mengambil sampel dokumen siswa yang sudah dinyatakan lolos sementara.
BACA JUGA: Hore! Jokowi Putuskan Harga Tiket Candi Borobudur Batal Naik, Kuota Dibatasi
Baharudin menjelaskan temuan lainnya adalah jarak terdekat siswa yang sudah dinyatakan lolos sementara hanya 13 meter dari sekolah. “Ini kami temukan di SMPN 8 Jogja, untuk itu kami minta Disdukcapil menelusuri lebih lanjut apakah benar domisilinya di situ,” ujarnya.
Di SMPN 5 Jogja, kata Baharudin, ada peserta didik yang sudah dinyatakan lolos sementara jarak rumahnya 500 meter dengan sekolah. “Padahal nilai ujian mereka tergolong rendah, bahkan ada yang total nilainya hanya 80,” katanya.
Untuk itu Baharudin mengingatkan orang tua peserta didik untuk tidak memaksakan memasukan anaknya ke sekolah favorit. “Kecuali dalam perjalanan proses belajar mengajar nantinya siswa tersebut tekun, rajin dan disiplin dalam belajar.” ujarnya.
Penjelasan yang diterima Baharudin dari SMPN 8 Jogja telah melakukan kunjungan ke rumah calon peserta didik sejak tahun lalu dan akan dilakukan lagi. “Temuan mereka [SMPN 8 Jogja] memang ada yang setelah dicek ternyata tempat tinggalnya di Gunungkidul dan Kulonprogo,” jelasnya.
Baharudin mengapresiasi langkah pengecekan dengan kunjungan rumah tersebut. “Itu bentuk kepedulian sekolah dengan calon siswanya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.