Penanganan 11 Bayi di Pakem Disorot, Polisi Bentuk Tim Khusus
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Akses jalan menuju sejumlah destinasi wisata di Girimulyo./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pembangunan infrastruktur menuju destinasi wisata kawasan pegunungan mendesak dilakukan di Kulonprogo.
Bila jalan tidak segera dilebarkan, penyedian armada khusus mengangkut wisatawan dapat menjadi solusi transportasi wisata di kawasan pegunungan Kulonprogo. Akibatnya, jumlah wisatawan yang datang ke Bumi Menoreh pun menjadi taruhannya.
Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori menyampaikan perlu adanya dorongan infrastruktur untuk menunjang sektor pariwisata ada area pegunungan Kulonprogo.
BACA JUGA: Hati-Hati! Semula Aman, Simpang Tiga Ini Kini Jadi Titik Rawan Lakalantas di Kulonprogo
Menurutnya jalan ke arah sejumlah destinasi di pegunungan Kulonprogo belum bisa dilalui bus besar yang mampu membawa puluhan wisatawan per armadanya.
"Persoalan pariwisata yang ada di pegunungan itu kan persoalan infrastruktur, jalan. yang dari dulu jalan itu yang di Kulonprogo pegunungan itu kan sangat sulit dilalui oleh bus. Akhirnya memang harus duduk bareng, antara dinas yang terkait baik itu dinas pariwisata dengan DPY untuk bagaimana solusi agar jalan itu bisa lebar," terangnya dikutip pada Kamis (30/6/2022)
Dukungan pembangunan infrastruktur di destinasi wisata pegunungan menurut Muhtarom begitu perlu dilakukan. Bukan tanpa sebab, Muhtarom menilai jalan yang ada saat ini sangat mengkhawatirkan untuk dilalui bus karena ukurannya yang sempit. "Tentang pendanaan, saya pikir kan ini juga ada danais, hanya ini kan harus duduk bareng kan gitu," ujarnya.
"Saya pikir dengan duduk bareng itu, nanti untuk pendanaan bisa dijadikan lewat danais kan begitu," tegas dia.
Solusi lain yang mungkin patut dipertimbangkan dalam persoalan infrastruktur pegunungan ini yakni memberdayakan Jeep atau angkutan khusus yang mampu mengantar pengunjung dari bawah keatas. Namun, baik perbaikan infrastruktur atau menggunakan ide angkutan khusus ini perlu dibicarakan bersama oleh semua pihak terkait.
"Saya pikir itu juga ide bagus [angkutan khusus] saya pikir ini perlu duduk bareng antara Dinas Pariwisata, DPUPKP, stakeholder orang-orang pegiat di pariwisata duduk bareng, ini seperti apa kan gitu. Apa jalannya harus dilebarkan atau apakah harus ada armada untuk bisa naik ke tempat wisata, ini yang sekarang ini belum ketemu. Belum bisa duduk bareng antara dinas terkait maupun stakeholder yang ada," tambahnya.
BACA JUGA: Bangkai Kambing yang Hanyut di Semarang Negatif PMK
Di sisi lain, penyelenggaraan atraksi maupun festival yang dapat mendongkrak memang masih perlu dilakukan. Namun kegiatan-kegiatan itu akan kurang optimal bila akses menuju lokasi destinasi wisata susah. "Tetapi ketika sudah ada event, terus untuk menuju objek wisata itu belum bisa sampai ke wisata, kan juga sama. Jadi akhirnya ketika ada event-event di situ hanya orang lokal," tuturnya.
"Tetapi ketika sudah duduk bareng, jalan ini karena pelebaran tidak mungkin, ini perlu mobil kecil-kecil, ini kan nantinya wisatawan di luar Kulonprogo itu akan bisa naik. Tetapi kalau ini juga tidak disiapkan itu masih lokal. Itu [event] penting tapi harus dibarengi dengan itu tadi [infrastruktur]," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Jangan sembarangan menaruh HP. Kebiasaan ini bisa membuat baterai cepat rusak, HP overheat, hingga performa menurun drastis.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.