Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi ubur-ubur/Harian Jogja
Harianogja.com, BANTUL -- Kemunculan ubur-ubur di Laut Selatan mulai terlihat di sepanjang garis pantai DIY, tak terkecuali di Bantul.
Untuk itu, SAR Rescue Istimewa Satlinmas Bantul mengimbau wisatawan untuk mewaspadai sengatan ubur-ubur saat bermain air di pantai. Pasalnya hingga kini tercatat sudah ada tiga wisatawan yang tersengat ubur-ubur saat bermain air di Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Selasa (12/7) siang.
“Ada tiga wisatawan yang tersengat ubur-ubur baru saja,” kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Bantul yang meliputi Parangtritis sampai Pantai Depok, Muhammad Arief Nugraha, Selasa.
BACA JUGA: Atlet Masih Sewa Lapangan Kecil untuk Latihan, DPRD Bantul: Saatnya Pemkab Bangun Gor
Semua yang tersengat binatang laut yang menyerupai jeli itu adalah anak-anak. Menurut dia, anak-anak rawan tersengat ubur-ubur karena melihat ubur-ubur bentuknya yang lucu sehingga tertarik untuk memegangnya atau bahkan dibuat mainan.
Namun ketiga wisatawan yang tersengat ubur-ubur tersebut cukup diberi ramuan oleh tim SAR seperti cuka dan salep, “Tidak ada yang sampai dibawa ke rumah sakit,” ucap Arief.
Lebih lanjut Arief menyatakan ubur-ubur beracun biasanya muncul saat suhu air laut dingan sekitar bulan Juli hingga September mendatang.
Menurutnya, beberapa pekan ke depan sangat dimungkinkan ubur-ubur beracun akan terbawa gelombang ke arah pantai dan terdampar di pantai.
BACA JUGA: Di Tengah Wabah PMK, Jumlah Hewan Kurban di Bantul Tahun Ini Meningkat
Oleh karenanya wisatawan diminta untuk waspada dan hati-hati dengan ubur-ubur yang tersapu gelombang di pantai. Wisatawan tidak perlu memegang ubur-ubur atau menghindarinya saat bermain air di pantai.
“Bagi orang dewasa yang tersengat ubur-ubur masih bisa menahan sakitnya tetapi bagi anak-anak terkadang menangis dan meronta-ronta kesakitan pada bagian kulit yang tersengat ubur-ubur beracun. Biasanya yang dirasakan gatal, perih, dan dan terkadang menyebabkan sulit bernafas karena menahan sakitnya sengatan ubur-ubur,” ucapnya.
Pihaknya sudah mengantisipasi obat-obatan bagi wisatawan tersengat ubur-ubur beracun, termasuk menyiapkan oksigen bagi wisatawan yang kesulitan bernafas akibat menahan sakitnya sengatan ubur-ubur beracun.
“Ini fenomena tahunan, kami sudah siapkan obat-obatan, oksigen hingga petugas SAR yang akan mengobati wisatawan yang tersengat ubur-ubur. Mobil ambulans juga siap jika wisatawan harus dilarikan ke rumah sakit,” tandas Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Mitsubishi Pajero generasi kelima resmi diluncurkan 2 September 2026. Sasis Triton, mesin 2.4L biturbo, dan S-AWC siap tantang Land Cruiser. Simak spesifikasiny
Data Omdia: pengiriman panel HP bekas (rekondisi) melampaui HP baru untuk pertama kalinya. Simak penyebab tren ini dan prediksi masa depan pasar smartphone.
Borussia Dortmund melaju ke putaran kedua DFB Pokal setelah menghancurkan HEBC 5-0. Samuele Inacio mencetak dua gol dalam kemenangan tim asuhan Niko Kovac.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman memulai perjuangan di AVC Beach Continental 2026 dengan menghadapi Malaysia dan Kazakhstan. Indonesia memburu tiket Olimpiade Los A
Harga emas Antam di Pegadaian turun pada Rabu 2 September 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2,704 juta dengan buyback Rp2,428 juta.