Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi Stadion Sultan Agung./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul meminta Pemerintah Kabupaten membangun gelanggang olahraga (Gor) untuk memfasilitasi sejumlah atlet olahraga. Pasalnya selama ini, sejumlah atlet olahraga Bantul terpaksa menyewa lapangan kecil untuk sekadar latihan rutin.
Anggota Komisi A DPRD Bantul, Agus Salim mengatakan sudah seharusnya Bantul memiliki Gor yang representatif untuk mengakomodir atlet sejumlah cabang olahraga, terutama olahraga basket, voli, dan bulu tangkis.
“Selama ini atlet Bantul latihan di lapangan-lapangan kecil. Padahal atlet-atlet Bantul banyak yang berprestasi tingkat daerah maupun nasional,” kata Agus, Selasa (12/7/2022).
BACA JUGA: Di Tengah Wabah PMK, Jumlah Hewan Kurban di Bantul Tahun Ini Meningkat
Untuk mengapresiasi para atlet sudah semestinya Pemkab menghargai dengan membangunkan Gor. Selain itu juga untuk kaderisasi para atlet sejumlah cabang olahraga. Agus mengusulkan pembangunan Gor bisa ditempatkan di kawasan Pasar Seni Gabusan (PSG) karena lokasinya yang cukup representatif.
Selain itu PSG saat ini juga kurang maksimal dalam pemanfaatannya sehingga sebaiknya dibangunkan Gor di lokasi tersebut. Pasalnya lahan seluas sekitar 4,5 hektare tersebut bisa dimaksimalkan untuk Gor untuk pembangunannya maupun lahan parkir yang luas.
BACA JUGA: Akhirnya! Semua Sekolah di Bantul PTM 100%, dengan Syarat...
Lebih lanjut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan selain bisa dimanfaatkan untuk olahraga, fungsi Gor nantinya bisa juga disewakan untuk berbagai kegiatan.
“Misalnya untuk pernikahan dan sebagainya, kan lumayan bisa disewakan dan menghasilkan pendapatan asli daerah [PAD] bagi Pemkab Bantul,” ujar Agus.
Pihaknya sudah pernah menyampaikan wacana pembangunan Gor tersebut kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), tetapi responsnya saat itu kurang serius.
Saatnya Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mewujudkannya, karena sudah dua tahun lebih kepemimpinan Halim dan Joko Purnomo belum ada pembangunan yang menjadi peninggalan monumental.
Dorongan Dewan untuk membangun Gor ini juga diapresiasi dari pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bantul.
Wakil Ketua Bidang Voli Indoor PBVSI Bantul, Arief Nugraha mengatakan atlet bola voli di Bantul cukup banyak, tetapi fasilitas untuk latihan dan menggelar kegiatan kejuaraan masih minim. Selama ini mereka hanya berlatih di lapangan-lapangan kecil, salah satunya di lapangan Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis.
“Kami belum punya lapangan, belum ada untuk lapangan latihan masih pakai Gor Kalurahan Patalan, itu mini-Gor milik desa,” katanya.
Pihaknya juga sudah beberapa kali mengusulkan ke Pemkab namun belum ada tanggapan. Itulah sebabnya, dia berharap pembangunan Gor bisa direalisasikan baik untuk latihan maupun untuk menggelar event taraf daerah agar olahraga voli bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Arief juga sepakat Gor tidak hanya untuk cabang olahraga voli, namun juga untuk cabang olahraga basket, bulu tangkis, dan futsal.
Lebih lanjut Arief mengatakan sebenarnya ada tempat latihan di Stadion Sultan Agung (SSA) namun lokasinya terlalu sempit dan kurang representatif.
Dulu, kata dia, ada gedung seni di depan PSG yang bisa digunakan untuk latihan voli, namun kemudian lahan tersebut saat ini digunakan untuk kolam renang, “Katanya mau ada gantinya yang lebih megah tapi sampai sekarang belum ada,” ujar Arief.
Sementara itu, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya, saat dimintai konfirmasi membenarkan sempat ada wacana pembangunan Gor, tetapi wacana tersebut sampai saat ini belum terealisasi karena keterbatasan anggaran.
Menurut dia, untuk cabang olahraga basket sebenarnya sudah ada di SSA, sementara untuk bola voli, bulu tangkis dan futsal belum ada. Bagus mengusulkan pembangunan Gor dilakukan di kawasan SSA agar menjadi satu sebagai pusat olahraga, “Kalau di Pasar Seni Gabusan berarti harus membongkar los,” kata Bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.