Gejala Awal Ebola Varian Bundibugyo, Jangan Terkecoh Mirip Flu Biasa
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop. foto diambil 6 Januari 2022 lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA--Pembebasan lahan untuk jalur Pansela atau populer dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di DIY secara keseluruhan sudah tuntas untuk dua lajur. Pemda DIY saat ini sedang mengebut penyelesaian pembebasan untuk perluasan jalan menjadi empat lajur.
Kabid Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri menyatakan Pemda DIY terus berupaya menyelesaikan pembebasan lahan seiring pembangunan konstruksi jalan dan jembatan di sepanjang JJLS yang dilakukan Pemerintah Pusat.
BACA JUGA: Bisa Nikmati Keindahan Pansela Jogja, Rest Area di Puncak Kelok 18 Bakal Jadi Favorit Wisatawan
Hingga saat ini dari total 116,07 kilometer JJLS sepanjang DIY seluruhnya sudah terbebaskan dan rata-rata telah terbangun konstruksinya untuk dua lajur. Hanya kurang beberapa ratus meter saja yang saat ini dalam proses pembebasan untuk dua lajur.
“Dari total panjang JJLS 116,07 kilometer, hampir seluruhnya sudah terbebaskan lahannya untuk dua lajur,” katanya, Rabu (13/7/2022).
Penyelesaian pembebasan lahan itu termasuk untuk lajur yang akan dibangun Kelok 18 pada segmen Kretek-Girijati dan sekitar lokasi untuk pembangunan Jembatan Srandakan III.
Pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas JJLS agar bisa dilalui kendaraan empat lajur. Sehingga Pemda DIY pun melakukan pembebasan lahan untuk perluasan menjadi empat lajur yang saat ini terus berproses.
Dari total panjang JJLS 116,07 kilometer tersebut yang belum dibebaskan untuk empat lajur di antaranya segmen Ngremeng-Congot sepanjang tujuh kilometer.
“Untuk segmen Ngremeng-Congot ini targetnya diselesaikan dahulu sudah ada 12,30 kilometer yang dibebaskan untuk empat lajur dari total panjang 19,35 kilometer. Sehingga masih ada sekitar tujuh kilometer yang belum dibebaskan, sebenarnya tahun ini juga dilakukan pembebasan pada segmen ini tetapi karena cukup luas sehingga tidak bisa diselesaikan pada satu tahun anggaran,” katanya.
Selain itu, segmen yang belum dibebaskan untuk empat lajur yaitu Girijati-Legundi dengan panjang 17,20 kilometer dan segmen Legundi-Planjan sepanjang 12,4 kilometer, sedangkan untuk dua lajur kedua segmen ini sudah terselesaikan.
“Jadi untuk dua lajur semua sudah terbebaskan, untuk yang empat lajur harapannya dilanjutkan tahun depan. Tetapi tentu dengan melihat kondisi penganggaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Ahli gizi menyarankan smoothie pagi kaya protein, serat, dan lemak sehat untuk menjaga metabolisme dan energi tetap stabil.
Sebanyak 30 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih siap ditempatkan Agustus 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan percepat pemerataan.
Pertamina pastikan stok BBM di Jateng dan DIY aman hingga 14 kali konsumsi harian. Antrean SPBU disebut masih terkendali.
Investor Jepang melirik Gunungkidul untuk bangun pabrik kulit di Semin. Pemkab siapkan lahan dan optimistis serap tenaga kerja lokal.
Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Jogja–Wonosari, tepatnya di tikungan Bokong Semar