Brigpol Arya Supena Gugur Ditembak Pelaku Curanmor di Lampung
Brigpol Arya Supena gugur ditembak pelaku curanmor saat bertugas di Lampung. Polda Lampung menyampaikan duka mendalam.
Iustrasu proyek JJLS/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA--Pembangunan Jalur Pansela atau populer Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kretek-Girijati di Gunungkidul dan Bantul saat ini sedang berproses. Pembangunan ruas di kawasan perbukitan selatan DIY yang dikenal dengan Kelok 18 ini akan dilengkapi dengan rest area di puncak.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-Yogyakarta Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Javid Hurriyanto proses tender untuk Kelok 18 ditarget pada bulan Juli akan segera ditayangkan. Proses tender ini diperkirakan butuh waktu antara tiga hingga empat bulan sehingga pada November mendatang rencananya sudah bisa tanda tangan kontrak bagi pemenang. Sehingga mulai November 2022 itu hingga 1,5 tahun ke depan merupakan masa konstruksi pembangunan Kelok 18.
“Secara spesifikasi [Kelok 18] cukup menantang untuk pekerjaan karena ada kelok banyak keloknya, kendala teknis bisa diatasi tidak ada kendala berarti. Lebar jalan standar Nasional 7,5 meter ditambah bahu jalan kanan dan kiri 2 meter. Nantinya akan sama dengan pansela titik lain yang sudah jadi,” katanya kepada harianjogja.com.
BACA JUGA: Tol Jogja Solo Akan Dilengkapi Jalur Sepeda, Pertama di Pulau Jawa
Karena adanya banyak kelok dan tanjakan maka konstruksi didesain sedemikian rupa untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Ia mencontohkan pada lokasi tertentu seperti tikungan cukup tajam dan tanjakan ada tempat untuk peralihan kendaraan berat. Karena kendaraan jenis ini kemungkinan butuh untuk berjalan pelan sehingga pada kelok 18 disiapkan lajur tambahan untuk kendaraan besar, sedangkan lajur cepatnya dipakai untuk kendaraan kecil.
Selain itu, lanjutnya, Kelok 18 akan dilengkapi dengan rest area yang berada di puncak atau titik tertinggi di atas permukaan laut jalan tersebut. Selain itu rencananya akan dibangun pula semacam monumen atau penanda kearifan lokal di kawasan tersebut.
“Kami sudah komunikasi dengan Pemprov, di atas itu rencananya sedang disiapkan semacam monumen bisa dicek ke lapangan. Mereka sudah siapkan dan itu terkoneksi dengan jalan kami. Itu nanti di puncak tertinggi kelok akan kami siapkan rest area,” ujarnya.
Javid Hurriyanto mengatakan terkait kesiapan lahan untuk rest area nantinya akan berkoordinasi dengan Pemda DIY, kemudian yang membangun dilakukan pemerintah pusat. Di rest area tersebut nanti akan dilibatkan UMKM seperti halnya di perencanaan tol. “Tetapi untuk pengelolaan seperti apa belum tahu. Bisa jadi dari kami atau limpahan ke Pemda DIY,” katanya.
Keberadaan rest area tersebut nantinya selain sebagai tempat untuk istirahat para pengguna jalan atau tempat wisata baru sekaligus berfungsi untuk pemberhentian kendaraan setelah menempuh perjalanan menanjak.
"Sengaja didesain untuk menarik wisatawan karena di puncak tertinggi. Selain itu untuk berhenti dan mengistirahatkan kendaraan. Rest area itu sama fungsinya hampir sama dengan saluran, saluran itu penting untuk badan jalan penting untuk mengistirahatkan kendaraan. Karena di sana tanjakan banyak, keloknya banyak maka disiapkan lokasi untuk wisata dan istirahat kendaraan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Brigpol Arya Supena gugur ditembak pelaku curanmor saat bertugas di Lampung. Polda Lampung menyampaikan duka mendalam.
Kosti memperluas komunitas sepeda ontel hingga Papua Tengah dan menargetkan generasi muda melalui program kampus dan sekolah.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.