Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sidang perdana kasus dugaan korupsi di RSUD Wonosari dengan terdakwa mantan Direktur Isti Indiyani bakal digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) DIY, Selasa (19/7/2022). Agenda sidang tentang pembacaan dakwaan atas dugaan kasus yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp470 juta.
Kepala Seksi Intel, Kejari Gunungkidul, Indra Saragih mengatakan, usai pelimpahan berkas tahap dua dari penyidik Polda DIY pada 28 Juni 2022, tim kejaksaan langsung menyusun surat dakwaan. Setelah selesai pada Selasa (12/7/2022) langsung melimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk menjalani sidang pembuktian perkara yang disangkakan.
“Sudah ada jadwalnya dan proses sidang perdana dimulai besok [Selasa 19/7/2022],” kata Indra, Senin (18/7/2022).
Menurut dia, pelaksanaan sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum. Berdasarkan berkas yang ada, tersangka dijerat melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang No.31/1999 tentang Permberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.20/2001 tentang Permberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat kesatu KUHP. “Untuk ancamannya maksimal 20 tahun pejara. Tapi, semua bergantung dengan sidang pembuktian di persidangan,” katanya.
BACA JUGA: Ada Gelombang Tinggi, Sebagian Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Bantul
Indra tidak menampik selama kasus ini berjalan, terdakwa Isti Indiyani telah mengembalikan seluruh uang kerugian Negara sebesar RP470 juta. Meski demikian, pengembalian tersebut tidak menghentikan proses hukum yang ada. “Tetap jalan dan putusan akan ditetapkan oleh majelis hakim setelah semua proses persidangan telah dilalui,” katanya.
Pelaksana Harian Kepala Kejari Gunungkidul, Guntur Triyono mengatakan, ada dugaan korupsi pengelolaan uang pengembalian jasa dokter laboratorium mulai 2009-2012 yang dilakukan di 2015 lalu. Pengungkapkan dilakukan oleh penyidik dari Polda DIY kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gunungkidul. “Saat menerima, kami didampingi oleh tim dari Kejaksaan Tinggi DIY. Untuk tersangka merupakan mantan Direktur RSUD Wonosari yang pensiun di 2017 lalu,” kata Guntur
Menurut dia, dalam kasus ini ada dua tersangka. Meski demikian, berkas yang dinyatakan telah lengkap baru milik Isti Indiyani. Adapun berkas milik tersangka lain berinisial AS, yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Medik dan Non Medik, masih ditangani oleh penyidik dari Polda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.