Mobil Listrik Kian Diminati di Jogja, Pajak Tahunan Hanya Rp200.000
Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di DIY dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan hemat
Pelepasan tim ekspedisi Jalur Pansela, Selasa (19/7/2022) di kantor Harian Jogja./Harian Jogja-Laila Rochmatin
Harianjogja.com, JOGJA - Harian Jogja bekerja sama dengan Bank BPD DIY dan Pertamina Patra Niaga melangsungkan ekspedisi ke jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela). Ekspedisi akan berlangsung selama empat sampai lima hari dan akan mengungkap pusat pertumbuhan ekonomi baru serta destinasi wisata alternatif di kawasan itu.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono mengatakan rencana ekspedisi ini sebenarnya sudah digagas sejak jauh hari, namun baru terwujud di pertengahan Juli ini. Menurut Anton, jalur Pansela nantinya diprediksi bakal tumbuh dan berkembang cukup pesat sama halnya seperti jalur Pantai Utara (Pantura).
"Kita sepakat bahwa jalur Pansela ke depan akan jadi jalur yang seksi seperti halnya Pantura," katanya saat pelepasan tim ekspedisi jalur Pansela di kantor Harian Jogja, Selasa (19/7/2022).
Anton menambahkan, lewat ekspedisi ini Harian Jogja akan berupaya untuk mengupas sejumlah hal misalnya berkaitan dengan potensi ekonomi baru, spot wisata alternatif, serta inovasi yang relevan dengan jalur Pansela. Hasil ekspedisi nantinya akan ditayangkan dalam bentuk liputan di Harianjogja.com, Harian Jogja, dan kanal YouTube Harian Jogja.
Baca juga: Harian Jogja Siap Jelajahi Jalur Pansela Jateng-DIY, Calon Primadona Pulau Jawa
Adapun tema yang diangkat yakni "Jelajah Jalur Pansela, Membangun Ekonomi Pantai Selatan Jawa". Tim diisi oleh para wartawan tulis dan multimedia. Mereka akan menjelajah kawasan itu selama empat sampai lima hari. Dalam perjalanan ekspedisi, tim juga akan berjumpa dengan sejumlah kepala daerah dan jajaran Forkompinda di wilayah Pansela.
"Nanti akan dimulai dari Kebumen perbatasan Cilacap, bergeser Purworejo. Kemudian ke arah timur Kulonprogo dan Bantul serta di akhiri Gunungkidul dan Wonogiri bagian Barat," jelas Anton.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyebut, ekspedisi ini diharapkan bisa mengeksplorasi berbagai hal yang sedang berkembang dan berpotensi untuk tumbuh di kawasan Pansela. Potensi Pansela bahkan sudah terlihat sejak masa mudik Lebaran lalu saat sebagian pemudik cukup banyak yang menempuh jalur itu.
"Memang sudah terlihat geliatnya. Di sana tentu sudah berkembang pusat ekonomi baru. Termasuk fasilitas pelengkap misalnya SPBU baru serta pertashop yang hadir mengelilingi sepanjang kawasan Pansela. Hal ini tentu dengan harapan bahwa fasilitas dan sarana yang hadir bisa dimanfaatkan untuk dukungan," ungkapnya.
Pemimpin Kelompok Sekretaris Perusahaan Bank BPD DIY, Indarti mengapresiasi upaya Harian Jogja untuk melakukan ekspedisi di kawasan Pansela. Peran lembaga keuangan perbankan tentunya akan sangat berguna ke depan untuk menggeliatkan kembali sektor ekonomi DIY bagian selatan yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
"Dengan ekonomi yang mulai bergeliat setelah pandemi Covid-19, BPD DIY sebagai bank pembangunan bisa berperan dalam mendongkrak dan memfasilitasi masyarakat," jelasnya.
Jelajah Pansela ini didukung oleh Pertamina Patra Niaga dan Bank BPD DIY. Jelajah akan dilaksanakan selama lima hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di DIY dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan hemat
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Polda NTB meningkatkan kasus dugaan eksploitasi seksual WNA asal Selandia Baru ke tahap penyidikan usai laporan tiga korban lokal.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.