Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Upacara Melasti yang digelar di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Selasa (19/2/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Warga di Desa Kanigoro, Saptosari berharap jalur wisata yang menghubungkan Kepek-Pantai Ngobaran bisa diselesaikan. Pasalnya, sejak dibangun pertama kali di 2017 hingga sekarang belum juga terselesaikan.
Salah seorang warga Gebang, Kanigoro, Suyatno mengatakan, jalan Kepek-Ngobaran sudah dibangun, tapin hingga sekarang belum selesai. Pembangunan baru separuh jalur dan masih menyisakan ruas sepanjang 4,5 kilometer yang belum dibangun.
Menurut dia, di ruas yang belum terbangun tidak ada masalah karena lahannya sudah dibebaskan sehingga tinggal proses pembangunan. “Warga sudah menerima ganti rugi dan sekarang tinggal menunggu proses pembangunan,” kata Suyatno kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).
Kelanjutan pembangunan jalan baru ini sangat ditunggu masyarakat karena untuk pengembangan sektor wisata di kawasan Pantai Ngobaran dan Ngrenehan. Ia menilai akses jalan yang ada saat ini terlalu sempit sehingga tidak bisa untuk lewat kendaraan besar seperti bus pariwisata.
BACA JUGA: Pengacara Ragukan Perang Sarung di Bantul Terkait Kematian Pelajar di Gedongkuning
Dia menyakini dengan adanya akses yang representatif, maka pariwisata akan lebih berkembang lagi. “Sudah banyak yang datang berkunjung, tapi masih didominasi kendaraan pribadi. Travel juga ada, tapi ukurannya yang sedang karena kalau bus pariwisata yang besar belum bisa masuk,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRK) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, upaya pembangunan jalur wisata ke kawasan Pantai Ngobaran sudah dimulai sejak 2017 lalu. Namun demikian, program terhenti karena corono sehingga belum bisa dilanjutkan pembangunannya hingga sekarang.
“Pandemi corono memang memberikan pengaruh. Pada 2019 lalu sempat ada bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk penyelesaian, tapi terkena refocusing guna penanganan Covid-19,” kata Wadiyana.
Menurut dia, tahun ini tidak ada kegiatan melanjutkan pembangunan yang masih kurang sekitar 4,5 kilometer. Diperkirakan penyelasaian jalur ini membutuhkan dana sekitar Rp50 miliar.
“Satu kilometer membutuhkan sekitar Rp10 miliar. Memang tidak murah karena harus memangkas perbukitan serta menimbun lereng yang curam sehingga masih membutuhkan biaya besar,” katanya.
Wadiyana menambahkan, kemampuan anggaran yang dimiliki pemkab sangat terbatas. Oleh karenanya, penyelesaian jalur wisata ini membutuhkan bantuan dari pihak lain. Selain berupaya mengakses DAK untuk infrastruktur, juga berencana meminta bantuan pembiayaan melalui dana keistimewaan.
“Ini yang kami usahakan dan mudah-mudahan danais bisa digunakan menyelesaikan jalur ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Qhomemart Ring Road Timur mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Sleman berpotensi hujan ringan, sementara wilayah DIY lainnya didominasi cuaca berawan.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
AS Roma memastikan tiket Liga Champions usai menang 2-0 atas Hellas Verona pada pekan terakhir Serie A 2025/2026.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.