Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Walau masih terus bertambah, penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bantul relatif melambat. Hal ini terlihat dengan tidak bertambah signifikannya kasus positif dalam beberapa waktu terakhir dan banyaknya hewan ternak yang sembuh.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan terhitung per 3 Agustus, total sudah ada 1.754 ternak yang sembuh dari PMK.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Gunungkidul Perlahan Terus Meningkat
“Dengan rincian sapi 1.514 ekor, domba 126 ekor, kambing 17 ekor dan kerbau tujuh ekor,” ujarnya, Kamis (4/8/2022).
Dilihat dari wilayahnya, Kecamatan Pleret mencatat kesembuhan 748 ternak, paling banyak dari semua kecamatan di Bantul. Kemudian disusul Jetis sebanyak 229 ternak, Imogiri 147 ternak dan Pundong 131 ternak.
Sementara data kasus positif saat ini 3.248 ternak, dengan rincian sapi 2.982 ekor, domba 235 ekor, kambing 24 ekor dan kerbau tujuh ekor. “Kasus ternak mati ada 20 dan potong paksa ada 85. Semuanya sapi,” katanya.
Total kasus positif terbanyak masih berada di wilayah Pleret sebanyak 997 ternak, kemudian Pundong 668 ternak, Jetis 249 ternak dan Imogiri 248 ternak. Jumlah kasus positif ini tidak bertambah signifikan karena pada pertengahan Juli lalu sudah 3.000 ternak positif.
BACA JUGA: Kementerian Pendidikan Didesak Beri Efek Jera ke Sekolah Pemaksa Siswi Berjilbab
Selain berbagai upaya pengobatan, vaksinasi pada ternak yang sehat juga turut menekan perkembangan PMK. Vaksin PMK sudah dua kali diberikan dengan jumlah total 1.100 dosis.
Vaksin PMK diberikan kepada ternak yang masih sehat untuk mencegah penularan. Vaksin tersebut telah didistribusikan merata ke seluruh puskeswan di Bantul. Adapun total populasi ternak di Kabupaten Bantul yakni sebanyak 73.000 ternak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.