Kasus HIV-AIDS Gunungkidul Bertambah, 13 Anak Terpapar
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Masyarakat Gunungkidul diminta mewaspadai potensi penularan virus Corona. Hal ini dikarenakan jumlah kasus terus meningkat setiap harinya.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul yang berdasarkan atas laporan harian penularan Covid-19, sejak 23 Juli 2022 hingga Kamis (4/8/2022) terus ada penambahan kasus. Untuk tambahan bervariasi mulai satu kasus hingga empat kasus per harinya.
Total hingga sekarang jumlah warga yang dinyatakan positif Corona sebanyak 22.756 orang. Adapun yang dinyatakan sembuh sebanyak 21.554 orang, masih menjalani perawatan 23 orang dan meninggal dunia karena coron ada 1.179 kasus.
“Hari ini ada tambahan tiga orang dinyatakan positif corona. sedangkan untuk kesembuhan dan kematian tidak ada penambahan,” katanya, Kamis siang.
Dewi tidak menampik ada tren peningkatan kasus per harinya. Oleh karenannya, ia meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi penularan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Tidak adanya tambahan kasus terjadi pada 22 Juli lalu. Setelah itu, setiap hari ada penambahan, meski jumlahnya masih di bawah sepuluh kasus per harinya,” katanya.
BACA JUGA: Kementerian Pendidikan Didesak Beri Efek Jera ke Sekolah Pemaksa Siswi Berjilbab
Untuk sebaran kasus aktif, Kapanewon Playen dan Wonosari menjadi wilayah terbanyak dengan masing-masing ada empat kasus. Sedangkan lainnya seperti Ponjong ada empat kasus, Semanu empat kasus serta Semin satu kasus dan Paliyan terdapat dua kasus.
Menurut Dewi hingga sekarang belum ada klaster baru terkait dengan penularan Covid-19. Temuan kasus didominasi karena warga ingin berobat dan diharuskan tes corona.
“Saat dites ternyata positif dan selanjutnya dilakukan penelusuran,” ungkapnya.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto mengaku optimistis penyebaran kasus dapat terus dikendalikan. Menurut dia, penanganan selama lebih dari dua tahun sudah terbangun di seluruh tingkatan masyarakat hingga RT.
“Masing-masing sudah memiliki prosedur pencegahan dan itu yang harus dijalankan. Pemerintah kapanewon maupun kalurahan juga sudah tahu bagaimana bertindak saat ada lonjakan,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa pemkab masih berkomitmen penuh dalam upaya pencegahan Covid-19. Salah satunya gencar melakukan vaksinasi hingga memastikan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi saat terjadi lonjakan kasus.
“Hingga sekarang masyarakat masih patuh dengan protokol kesehatan. Buktinya masih banyak yang menggunakan masker saat keluar rumah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Microsleep berbahaya! Simak 10 cara ampuh mencegah kantuk saat berkendara, mulai dari istirahat cukup hingga manfaatkan fitur keselamatan mobil. Selamatkan nyaw
Polsek Gamping membongkar sindikat curanmor lintas provinsi yang beroperasi di DIY dan Jawa Tengah. Dua pelaku ditangkap, motor curian dikirim ke Lampung menggu
Spider-Man: Brand New Day ternyata tidak banyak mengambil gambar di New York. Simak enam lokasi ikonik di Inggris dan Skotlandia yang menjadi latar film terbaru
Menpar berharap proses pendampingan tersebut dapat membawa Desa Kemiren meraih pengakuan sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia.
RSUD Cicalengka menonaktifkan sementara seorang perawat yang diduga mengunggah komentar nirempati terkait pasien BPJS Yurizal. Rumah sakit melakukan investigasi