Asita DIY Sebut Kelok 23 Bisa Buka Koridor Wisata Baru
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Pementasan Sanggar Budaya Ambar Rukma (SABAR) di Pendopo Agung Ambarrukmo, Kamis malam (4/8/2022)/ Anisatul Umah- Harian Jogja.
SLEMAN-Pada Kamis malam (4/8/2022) di Pendopo Agung Ambarrukmo, para penari nampak antusias menjelang dibukanya Pementasan Tari Klasik. Ini merupakan pementasan pertama yang digelar pasca Pandemi Covid-19.
Mengangkat tema 'Greget Sengguh Ora Mingkuh Puja Astuti Luwar Bebendu' sebuah filosofi Joged Mataram yang memiliki makna meski diterpa pandemi yang tidak mudah, namun tetap semangat merawat budaya. Juga ungkapan rasa syukur bisa melewati pandemi dan kembali menggelar pementasan.
Sebelum pandemi Covid-19 pementasan biasa digelar dua kali dalam setahun. Di Pendopo Agung Ambarrukmo dan alam terbuka.
General Manager Royal Ambarrukmo, Herman Courbois mengatakan pihaknya hanya menyediakan tempat, sementara yang menggelar pementasan adalah Sanggar Budaya Ambar Rukma (SABAR). Menurutnya Royal Ambarrukmo konsen dalam pelestarian budaya Jawa.
Baca juga: Meriah, Tarian Kolosal dan Kirab Budaya Ramaikan Puncak Perayaan HUT Bantul
"Ini perlu diteruskan ya, apalagi dengan generasi muda yang semakin banyak bersosial media, akhirnya lupa dengan budaya sendiri," ucapnya ditemui di sela-sela acara.
Masyarakat dari segala usia mempelajari tari Jawa Klasik di Pendopo Agung Ambarrukmo setiap hari Selasa dan Kamis jam 16.00 WIB. Tari Jawa Klasik memang terkesan susah, sehingga anak muda kurang tertarik.
Namun sanggar bisa membuktikan dengan ketelatenan, siapapun di segala usia bisa menari Jawa. Pendopo ini menjadi bagian dari Hotel Ambarrukmo, sehingga wisatawan bisa sekaligus belajar dan melihat tari-tari Jawa.
"Di pendopo kami, ini jadi one shop shopping bagi wisatawan baik wisatawan nusantara dan mancanegara," lanjutnya.
Sementara itu, Pembina Sanggar SABAR, RM Condroyono mengatakan para penari begitu semangat malam ini karena sempat tertunda dan tertatih-tatih selama pandemi. Meski banyak kendala namun sanggar tetap tekun dan konsisten berlatih, sehingga pementasan bisa digelar.
"Ambarrukmo memang konsen dengan budaya Jawa. Sanggar beranggotakan lebih dari seratus orang. Minat belajar tari besar tapi kami masih terbatas untuk putri. Antusiasme tari putri jauh lebih besar," ucapnya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.