Advertisement

Meriah, Tarian Kolosal dan Kirab Budaya Ramaikan Puncak Perayaan HUT Bantul

Ujang Hasanudin
Rabu, 20 Juli 2022 - 17:17 WIB
Arief Junianto
Meriah, Tarian Kolosal dan Kirab Budaya Ramaikan Puncak Perayaan HUT Bantul Penari tampil saat kirab kebudayaan pada perayaan Hari Jadi ke-191 Kabupaten Bantul di Lapangan Trirenggo, Bantul, Rabu (20/7/2022)./Harian Jogja - Gigih M Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL -- Setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, kegiatan kirab budaya dan tari kolosal kembali digelar sebagai penutup puncak acara Hari Jadi ke-191 Kabupaten Bantul  di Lapangan Trirenggo, Bantul, Rabu (20/7/2022).

Dengan mengusung tema Bantul Gumregah Mewujudkan Masyarakat Harmonis, Sejahtera dan Berkeadilan, upacara peringatah hari jadi Bantul dimeriahkan dengan tari kolosal yang diikuti lebih dari 100 penari putra-putri Bantul. Kemudian dilanjutkan dengan kirab budaya dari Lapangan Trirenggo di Jalan Djuanda, menuju simpang lima Bejen sampai Jalan Wahidin Sudiro Husodo.

BACA JUGA: Bantul Berusia 191 Tahun, Kemiskinan Jadi PR yang Harus Diselesaikan

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Kirab budaya itu menjadi tontonan masyarakat yang berkerumun di sepanjang jalan yang dilalui kirab budaya. Kirab budaya diawali tombak songsong, korsik Kraton, abdi dalem, bergada OPD 1, bergada OPD 2, bergada OPD 3, dan perwakilan dari masing-masing kapanewon. Sementara upacara HUT Bantul yang dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X digelar menggunakan bahasa Jawa.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan dalam kurun waktu lebih dari dua tahun, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan hampir seluruh aspek kehidupan terdampak.

Berbagai permasalahan yang timbul tidak mengurangi semangat juang warga Bantul untuk terus bekerja melanjutkan pembangunan. Sebagaimana semangat juang para pendahulu dalam mewujudkan eksistensi Bantul.

Pada tahun ini, Hari Jadi ke-191 Kabupaten Bantul mengusung tema Bantul Gumregah Mewujudkan Masyarakat yang Harmonis, Sejahtera dan Berkeadilan.

“Tema ini didasari atas pembulatan tekad dan semangat untuk menyatukan gerak langkah kami mewujudkan cita-cita mulia, sebagaimana yang tercantum dalam visi pemerintah Kabupaten Bantul dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bantul yang harmonis, sejahtera dan berkeadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal Ika,” kata Halim.

BACA JUGA: Pendaftaran Bakal Calon Lurah di Bantul Ditutup, Ada 1 Kalurahan Bercalon Tunggal

Advertisement

Halim memastikan Pemkab Bantul terus berkomitment untuk mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk menggerakan perekonomian dan peningkatan kualitas pelayanan publik demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah yang dipandang strategis untuk melanjutkan proses pelaksanaan program-program pemerintah daerah, utamanya dalam pembangunan sumber daya manusia, menekan angka stunting, meningkatkan kesejahteraan, dan mewujudkan bantul sebagai kabupaten layak anak serta mengupayakan Bantul bersih sampah.

Selain itu dalam pengembangan potensi daerah yang dimiliki pihaknya terus bekerja keras mewujudkan Bantul sebagai kabupaten kreatif yang dapat masuk ke dalam jejaring kota kreatif dunia di bawah naungan lembaga Unesco.

Advertisement

“Dengan membangun ekosistem kreatif dari hulu sampai dengan hilir, kami memiliki harapan besar bahwa upaya ini dapat memakmurkan masyarakat bantul. Adapun salah satu pengembangan industri kreatif adalah usaha kreatif recylce dan upcylce atau daur ulang dan peningkatan daur ulang yang diharapkan akan dapat membantu mengurai permasalahan sampah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Halim juga memamerkan sejumlah keberhasilan yang diperoleh Pemkab Bantul, di antaranya Bantul kembali menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah dan raihan tersebut menjadi predikat WTP ke sepuluh yang diraih secara berturut-turut oleh Pemkab Bantul.

Bantul juga menerima penghargaan pembangunan daerah dengan predikat juara pertama untuk tingkat DIY serta finalis lima besar untuk Pembangunan Daerah atau PPD tingkat nasional. Lalu, Bantul juga sebagai kabupaten dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik terbaik di tingkat nasional.

Namun demikian Halim juga menyampaikan permohonan maaf atas program-program yang belum terlaksana. “Dengan kerendahan hati atas nama Pemkab Bantul kami berdua, bupati dan wakil bupati Bantul ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat kabupaten bantul jika masih banyak kekurangan atau bahkan tidak optimal dalam memberikan pelayanan atau melaksanakan perlindungan yang memadai,” ucapnya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement