Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Kustini Sri Purnomo/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sleman diminta untuk ikut menurunkan kasus stunting di Sleman. Peran aktif GOW selama ini diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan ibu dan perempuan terkait pencegahan stunting.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan GOW merupakan wujud eksistensi dan kontribusi kaum perempuan di tengah masyarakat. "Mari buktikan perempuan juga bisa berperan dalam melaksanakan pembangunan di Sleman," ucapnya saat mengukuhkan Pengurus GOW Sleman periode tahun 2022-2027, Senin (8/8/2022).
Dalam pengukuhan tersebut, Kustini mengajak GOW berperan dalam meningkatkan kualitas perempuan Sleman untuk menurunkan angka Stunting melalui Gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). "Kami berharap GOW dapat bekerjasama dengan pemerintah, baik di tingkat kabupaten, kapanewon, maupun kalurahan, dalam upaya penanganan stunting di Sleman," katanya.
BACA JUGA: BLK Sleman Kembali Membuka Pelatihan Kerja, Catat Tanggal Pendaftarannya
Menurut Kustini, untuk penurunan kasus stunting Pemkab sejak 2021 mengimplementasikan program "Pecah Ranting Hiburane Rakyat" atau Pencegahan Rawan Stunting Hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat. Program tersebut sebagai upaya percepatan penanggulangan stunting di Sleman.
Di Sleman, kasus stunting di Sleman tinggal 6,9%. Setiap tahun Pemkab menurunkan kasus stunting dan menargetkan penurunan stunting hingga 5 persen pada 2026. "Pecah Ranting Hiburane Rakyat ini merupakan salah satu upaya kami untuk menurunkan kasus stunting di Sleman. GOW diharapkan ikut serta dalam program ini," katanya.
Upaya penurunan stunting, katanya, bisa dilakukan dengan terus membudayakan PHBS di masyarakat. Misalnya dengan pengelolaan dan pemilahan sampah rumah tangga sendiri secara mandiri. Keterlibatan GOW dalam gerakan ini dinilai penting karena jumlah penduduk perempuan di Sleman mencapai sekitar 50,5 % dari jumlah total penduduk Sleman.
BACA JUGA: Ini Upaya Disdik Sleman Cegah Adanya Pemaksaan Penggunaan Jilbab di Sekolah
Ketua GOW Sleman, Siti Purwanti, mengatakan GOW Sleman akan terus berupaya memberikan masukan dan pemikiran kepada Pemkab Sleman. Hal ini mengingat GOW merupakan mitra pemerintah untuk membantu serta mendukung kegiatan dan program pemerintah.
GOW, lanjutnya, merupakan organisasi yang berperan untuk pemberdayaan perempuan dan mempunyai konsistensi dalam memperjuangkan peningkatan peran, kualitas dan wawasan kaum perempuan khususnya di Sleman.
"Saat ini ada 36 organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Sleman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum