Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Kustini Sri Purnomo/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sleman diminta untuk ikut menurunkan kasus stunting di Sleman. Peran aktif GOW selama ini diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan ibu dan perempuan terkait pencegahan stunting.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan GOW merupakan wujud eksistensi dan kontribusi kaum perempuan di tengah masyarakat. "Mari buktikan perempuan juga bisa berperan dalam melaksanakan pembangunan di Sleman," ucapnya saat mengukuhkan Pengurus GOW Sleman periode tahun 2022-2027, Senin (8/8/2022).
Dalam pengukuhan tersebut, Kustini mengajak GOW berperan dalam meningkatkan kualitas perempuan Sleman untuk menurunkan angka Stunting melalui Gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). "Kami berharap GOW dapat bekerjasama dengan pemerintah, baik di tingkat kabupaten, kapanewon, maupun kalurahan, dalam upaya penanganan stunting di Sleman," katanya.
BACA JUGA: BLK Sleman Kembali Membuka Pelatihan Kerja, Catat Tanggal Pendaftarannya
Menurut Kustini, untuk penurunan kasus stunting Pemkab sejak 2021 mengimplementasikan program "Pecah Ranting Hiburane Rakyat" atau Pencegahan Rawan Stunting Hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat. Program tersebut sebagai upaya percepatan penanggulangan stunting di Sleman.
Di Sleman, kasus stunting di Sleman tinggal 6,9%. Setiap tahun Pemkab menurunkan kasus stunting dan menargetkan penurunan stunting hingga 5 persen pada 2026. "Pecah Ranting Hiburane Rakyat ini merupakan salah satu upaya kami untuk menurunkan kasus stunting di Sleman. GOW diharapkan ikut serta dalam program ini," katanya.
Upaya penurunan stunting, katanya, bisa dilakukan dengan terus membudayakan PHBS di masyarakat. Misalnya dengan pengelolaan dan pemilahan sampah rumah tangga sendiri secara mandiri. Keterlibatan GOW dalam gerakan ini dinilai penting karena jumlah penduduk perempuan di Sleman mencapai sekitar 50,5 % dari jumlah total penduduk Sleman.
BACA JUGA: Ini Upaya Disdik Sleman Cegah Adanya Pemaksaan Penggunaan Jilbab di Sekolah
Ketua GOW Sleman, Siti Purwanti, mengatakan GOW Sleman akan terus berupaya memberikan masukan dan pemikiran kepada Pemkab Sleman. Hal ini mengingat GOW merupakan mitra pemerintah untuk membantu serta mendukung kegiatan dan program pemerintah.
GOW, lanjutnya, merupakan organisasi yang berperan untuk pemberdayaan perempuan dan mempunyai konsistensi dalam memperjuangkan peningkatan peran, kualitas dan wawasan kaum perempuan khususnya di Sleman.
"Saat ini ada 36 organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Sleman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.