TPR Baron Gunungkidul Terapkan Pembayaran Cashless 12 Mei
TPR Baron Gunungkidul mulai terapkan pembayaran cashless 12 Mei 2026 untuk tekan kebocoran retribusi wisata.
Pedagang Pasar Wates menunjukan minyak goreng curah, Selasa (12/7/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Harga minyak goreng di pasar tradisional di Gunungkidul kembali normal. Minyak goreng curah dipasar tradisional dijual Rp12.000 per kg, dan Rp17.000 per liter untuk kemasan.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan harga minyak goreng kembali ke setelan awal atau hampir sama dengan sebelum terjadi kenaikan. Kondisi ini tak lepas dari harga CPO yang turun serta stok di pasaran yang melimpah ruah.
Ia menjelaskan, untuk minyak kemasan di tingkat konsumen di jual Rp12.000 per kg. Harga ini jauh dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Pusat senilai Rp15.500 per kg.
Untuk minyak kemasan, meski tidak ada HET, komoditas ini harganya sempat menembus di atas Rp25.000 per liter, namun sekarang banyak dijual di kisaran Rp17.000 per liternya.
“Sudah mulai normal,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan upaya pemantauan di lapangan terus dilakukan. Pelaksanaan tidak hanya melihat pergerakan harga minyak goreng, tapi juga untuk komoditas lain seperti sayu-sayuran hingga bahan kebutuhan pokok yang lain.
“Pemantauan tidak hanya melihat pergerakan harga, tapi juga bagaimana stok di pasaran. Pemantauan kami laksanakan secara rutin dan hasilnya kami sampaikan ke Kementerian Perdagangan lewat Pemerintah DIY,” kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.
Turunnya harga minyak di pasaran tradisional diakui oleh salah seorang pedagang kelontong di Pasar Candirejo di Kalurahan Candirejo, Semin, Sudarti. Menurutya, harga minyak goreng tak lagi mahal karena stok di pasaran sangat melimpah.
“Untuk kulakan minyak goreng curah saya beli Rp12.000 per kilonya dan dijual Rp13.000 per kilogram,” katanya.
Menurut dia, harga jual ini hampir sama dengan sebelum adanya kenaikan yang terjadi di akhir 2021 lalu.
“Waktu itu terus naik dan akhirnya ada pembatasan serta syarat pembelian. Sekarang sudah mudah karena minyak goreng curah tersedia banyak,” katanya.
Sudarti berharap kepada pemerintah bisa menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Hal ini dibutuhkan agar tidak ada yang merasa dirugikan dalam proses jual beli.
“Ya kalau naik turun jelas tidak baik karena pedagang resah karena terancam rugi kalau kejatuhan harga. Pengennya bisa terus stabil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul mulai terapkan pembayaran cashless 12 Mei 2026 untuk tekan kebocoran retribusi wisata.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.