WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sejumlah anak-anak yatim piatu di Kapanewon Pleret menerima santunan dari Pemkab Bantul, di Kalurahan Pleret, Senin (15/8/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Sebagai bentuk kepedulian pada masa depan anak yatim piatu, Pemkab Bantul menggulirkan program bantuan kepada ribuan anak yatim piatu, termasuk di 239 anak yatim piatu di Kapanewon Pleret.
Penyaluran santunan ini dilaksanakan pada Senin (15/8/2022) di kantor Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret. Kabag Kesra Setda Kabupaten Bantul, Pambudi Arifin Rakhman, menjelaskan total santunan yang disalurkan di seluruh Bantul tahun ini ada 3.600 paket.
"Di Kapanewon Pleret ada 239 anak yatim yang kami berikan santunan yang terdiri dari Kalurahan Pleret sejumlah 79 anak, Kalurahan Wonolelo ada 21 anak, Kalurahan Bawuran 40 anak, Kalurahan Segoroyoso 49 anak, dan Kalurahan Wonokromo 50 anak," ujarnya.
Santunan tersebut berupa tas, peralatan sekolah, serta uang saku. Diharapkan dari santunan ini dapat mendukung anak yatim piatu dalam mencapai cita-citanya dan berguna bagi bangsa dan negara.
BACA JUGA: Bangkitkan Semangat Kemandirian, Guru-Guru NU Belajar Bisnis Digital
Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo, menuturkan satuan ini ditujukan untuk keperluan sekolah anak yatim piatu. Program ini, lanjut Joko, sesuai dengan perintah Nabi Muhammad yakni menolong kepada sesama.
"Harapannya kita semua mendapat ganjaran dari Allah SWT. Kalau sudah dapat ganjaran harus rajin beribadah, berbakti kepada orang tua dan guru. Menjadi anak yang cerdas, berkepribadian Indonesia dan berakhlak mulia," pesannya kepada anak yatim piatu penerima santunan.
Ia berharap dengan santunan ini anak-anak menjadi lebih semangat dalam sekolah dan belajar, sehingga di masa depan dapat sukses meraih apa yang dicita-citakan.
BACA JUGA: Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Pendopo Cepuri Parangkusumo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Relokasi SDN Nglarang Sleman dimulai dengan pengurukan lahan hingga September. Sekolah terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.