Taru Martani Bantah Tak Terapkan SUSU, Ini Hasil Pemeriksaan Disnakertrans DIY
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Gambaran pembangunan jalan tol jogja bawen di atas selokan mataram./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN — Kepastian luasan lahan tambahan untuk jalan tol Jogja-Bawen seksi 1 (Banyurejo-Tirtoadi) mulai menemui titik terang. Luas lahan yang dibutuhkan untuk kebutuhan konstruksi di sekitar Selokan Mataram sebesar 18,8 hektare.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, Dwi Winarso mengatakan penambahan luas lahan di sekitar Selokan Mataram bertujuan agar proses konstruksi tidak mengganggu saluran irigasi yang ditetapkan sebagai cagar budaya.
"Supaya saluran Mataram sebagai cagar budaya tidak terganggu memang ada review desain dan dibutuhkan lahan tambahan sebesar 18,8 hektare," katanya seusai bertemu dengan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Kamis (18/8/2022).
BACA JUGA: Tol Jogja Bawen Bersinggungan dengan Selokan Mataram, Ini yang Harus Diperhatikan
Penambahan luas lahan tersebut, lanjut Winarso, berdampak pada penambahan luas lahan yang belum dibebaskan. Jika sebelumnya pembebasan lahan jalan tol Jogja Bawen seksi 1 hanya menyisakan 8%, dengan penambahan lahan tersebut maka saat ini luas lahan yang belum dibebaskan bertambah menjadi 35%.
"Jadi lahan yang sudah dibebaskan baru 65 persen dan yang belum 35 persen terdiri dari tanah kas desa, tanah wakaf dan berkarakteristik lainnya. Ditambah adanya penambahan lahan di sekitar Selokan Mataram," katanya.
Meski luas lahan yang akan dibebaskan bertambah, Winarso optimistis target pembebasan lahan seksi 1 jalan tol Jogja-Bawen bisa dilaksanakan hingga akhir tahun ini. Saat ini, lanjutnya, koordinasi dengan pihak-pihak terkait pembebasan lahan tersebut terus dilakukan.
"Tidak ada kendala terkait masalah itu dan mudah-mudahan akhir tahun ini [pembebasan seluruh lahan] sudah selesai," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.