Road Rage Meningkat, Tekanan Ekonomi Bikin Pengendara Mudah Emosi?
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Warga saat akan memasang spanduk Yogyakarta City of Tolerance di Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga. /Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah warga memasang spanduk berisi pernyataan menolak segala bentuk kekerasan dan mempertahankan Jogja sebagai kota yang toleran. Spanduk Yogyakarta City of Tolerance tersebut terpasang di Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga dan Simpang Tiga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Koordinator Paguyuban Gejayan Ayem Tentrem Budi Wasono pemasangan spanduk itu dengan harapan memberikan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat terkait pentingnya saling memahami dan toleransi antarwarga. Kebiasaan saling menghormati dan toleransi menurutnya sudah menjadi warisan leluhur Jogja sejak masa lampau.
Sehingga sudah menjadi kewajiban semua elemen masyarakat untuk tetap mempertahankannya. Adapun pemasangan spanduk tersebut telah dilakukan warga pada Minggu (21/8/2022) bersamaan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77.
Baca juga: Penyuluh Antikorupsi Diharapkan Bantu Cegah Korupsi di DIY
"Kita tentunya tidak ingin keramahan dan toleransinya Jogja ini terkikis akibat perbuatan segelintir pihak. Bahkan akhir-akhir ini sering muncul istilah Jogja tidak aman, darurat klithih sampai intoleran. Ini harus kita upayakan bersama lewat edukasi agar Jogja tetap menjadi kota penuh toleransi," katanya, Senin (22/8/2022).
Warga yang memasang menurutnya dari berbagai kalangan mulai dari tukang becak, tukang parkir, karyawan konter elektronik hingga pelaku usaha tradisional. Ia menilai jika predikat toleransi tetap dipertahankan maka warga akan mendapatkan manfaat tersendiri karena masyarakat dari luar Jogja yang datang akan mendapatkan rasa aman.
"Selain untuk menjaga tradisi HUT Kemerdekaan RI ke 77, sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa kami masyarakat Jogja menolak segala bentuk tindak kekerasan, anarkisme dan premanisme yang semakin lama bisa mengikis budaya Jogja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Viral tagging parkir memicu cekcok di tempat umum. Simak 10 etika parkir agar tidak mengganggu pengguna lain dan memicu konflik.
Kawasan wisata Bromo kembali dibuka 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dipadamkan. Pengunjung diminta mencegah sumber api.
Ribuan warga Kulonprogo memadati Alun-Alun Wates menyaksikan pawai HUT ke-81 RI yang diikuti 97 kontingen sekolah dan OPD.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.