YOT VI Diikuti 5.200 Karateka, Pembinaan Atlet Jadi Fokus
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Suasana uji coba satu arah ke selatan di Jalan Gambiran yang dimulai sejak Selasa (30/8/2022). /Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja menyebutkan masyarakat Jogja perlu waktu selama dua pekan untuk terbiasa dengan manajemen rekayasa lalu lintas baru yang diterapkan di wilayah itu.
Kebijakan satu arah ke selatan yang diterapkan di Jalan Gambiran mulai Selasa (30/8/2022) diharapkan bisa lebih cepat diterima masyarakat guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.
"Adaptasi pengguna jalan itu biasa memakan waktu dua pekan ya, misalnya orang berpindah rute rata-rata segitu memang lamanya. Tetapi tergantung juga dengan wilayahnya. Kalau Jalan Gambiran ini semoga cepat karena di area sini banyak jalan alternatif, sehingga bisa dijadikan rute," kata Kepala Bidang Lalu lintas Dishub Kota Jogja, Windarto, Selasa.
BACA JUGA: The Phoenix Hotel Yogyakarta & Klinik DRYD Berkolaborasi di Women Wellness Fest
Hari pertama pelaksanaan uji coba satu arah ke selatan di Jalan Gambiran dilakukan pada pagi hari mulai pukul 09.00 WIB. Petugas menyebut telah mengantisipasi sejumlah hal yang kemungkinan muncul dalam rekayasa lalu lintas baru itu. Salah satunya adalah kepadatan di sisi jalan lain misalnya Jalan Pramuka atau pelanggaran oleh pengendara.
Pengaturan fasilitas lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) juga dilakukan di area setempat. Pihaknya mengubah lampu APILL di Jalan Gambiran menjadi tiga fase dari yang semula empat fase.
Kemudian untuk lampu hijau sisi selatan di Jalan Pramuka dibuat lebih lama untuk mengurangi kepadatan pengendara. "Kendala yang kami perkirakan akan muncul sudah kami antisipasi dan tidak ada masalah yang signifikan," kata Windarto.
Menurutnya secara umum uji coba itu berlangsung kondusif di lapangan pada pagi hari. Petugas masih melihat kemampuan masyarakat dalam menerima kebijakan itu di sore hari untuk segera ditindaklanjuti evaluasinya.
Pasalnya, saat sore hari kendaraan yang melintas di kawasan Jalan Gambiran diprediksi lebih padat dibandingkan waktu lain karena waktu pulang bekerja. "Akan kami lihat lagi pada sore hari karena agak sibuk, nanti akan ada tim APILL juga siaga di sana ketika ada kendala atau antrean yang panjang akan disesuaikan lampunya. Secara keseluruhan kondusif jadi penerimaan masyarakat juga bagus," ucapnya.
Windarto menerangkan, petugas memang masih menemui satu dua pengendara yang melanggar. Namun hal itu disebutnya biasa dan kepada pengendara masih diberikan imbauan secara persuasif untuk menaati kebijakan baru itu.
"Satu dua yang melanggar memang masih ada. Itu wajar, sosialisasi ini kan tidak semua orang tahu. Kadang kami harus ekstra juga. Tapi untuk sampai dengan uji coba ini masih kita berikan toleransi dan arahan yang persuasif, setelah 30 hari polisi bisa menindak," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Studi AVILOO terhadap lebih dari 500.000 tes mengungkap kondisi baterai 20 model mobil listrik setelah menempuh hingga 150.000 kilometer.
Daftar 10 pemain dengan market value tertinggi Super League 2026/2027. Stjepan Loncar milik Persija menjadi yang termahal dengan nilai Rp20,86 miliar.
Google meluncurkan Google Pics, platform desain dan edit gambar berbasis AI Nano Banana yang disiapkan untuk bersaing dengan Canva dan Adobe Express.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja memberi insentif bagi kader Posyandu yang selama ini membantu pelayanan kesehatan masyarakat.
Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur di IFA 2026 dengan kamera utama 200 MP, layar AMOLED 144Hz, baterai 6.500 mAh dan harga mulai Rp10,8 juta.