WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Gedung UMY/UMY.ac.id
Harianjogja.com, BANTUL—Di negara-negara ASEAN yang hanya memilki persebaran kendaraan kurang dari 3% di seluruh dunia, persentase kematian yang terjadi di jalan terhitung sebesar 12% dari total di seluruh dunia.
Merespons permasalahan ini, Uni Eropa melalui program Erasmus+ menginisiasi Asia Safe Project, dengan melibatkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai salah satu partner universitas dalam project ini.
koordinator Asia Safe Project, Ghazwan Al-Haji menuturkan Asia Safe Project memiliki beberapa misi demi mencapai tujuan mereka, yaitu mengembangkan, beradaptasi dan mengimplementasikan kurikulum untuk jenjang Master di bidang keselamatan dalam berlalu lintas.
“Asia Safe Project juga sudah menyiapkan berbagai konsep yang bisa diterapkan, seperti mengembangkan kursus untuk profesional, melakukan analisa pasar serta menyiapkan data dan analisa mengenai kecelakaan yang terjadi di lalu lintas,” ujarnya saat berkunjung ke UMY, Kamis (1/9/2022).
BACA JUGA: Serangan Membabi Buta! Tak Hanya ke Mahasiswa UAD Jogja, Pegawai Indomaret Juga Terluka
Erasmus+ ke UMY melalui agenda yang bertajuk “Erasmus+ CBHE Asia Safe Consortium Visit to UMY” pada Kamis (1/9), Prof. Ghazwan Al-Haji selaku koordinator dari Asia Safe Project menyampaikan bahwa tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi di lalu lintas disebabkan oleh berbagai faktor. Erasmus+ melalui project ini memiliki tujuan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan di lalu lintas. Dalam presentasinya, Prof. Ghazwan menjelaskan bahwa Asia Safe Project memiliki beberapa misi demi mencapai tujuan mereka, yaitu mengembangkan, beradaptasi dan mengimplementasikan kurikulum untuk jenjang Master di bidang keselamatan dalam berlalu lintas.
Dalam menjalankan project ini, Erasmus+ menjalin kerjasama dengan berbagai universitas di tiga negara di Asia yaitu Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Untuk Indonesia, selain UMY juga ada Universitas Gadjah Mada (UGM). Sementara dari Malaysia dan Vietnam masing-masing juga terdapat dua universitas yang siap berkolaborasi dalam Asia Safe Project.
Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, menyampaikan diadakannya program ini juga sebagai bentuk pendekatan antara Eropa melalui Uni Eropa dengan kawasan Asia. Dengan adanya kurikulum yang disusun oleh Erasmus+ baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana bisa meningkatkan keselamatan dalam bertransportasi.
“Harapannya prodi maupun fakultas lain di UMY bisa mengambil skema yang lain, seperti skema tentang kebencanaan, humanity dan lingkungan. Karena saya sendiri tertarik dengan skema kebencanaan karena kita punya sejarah panjang tentang bencana,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.