Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Perwakilan dari Kalurahan Rintisan Budaya Piyaman saat menunukan tari kolosal Babat Alas Nongko Doyong dalam Gelar Potensi di Alun-Alun Wonosari, Selasa (6/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 30 kalurahan rintisan budaya di Gunungkidul unjuk kebolehan dalam Gelar Potensi Gunungkidul yang diselenggarakan di Alun-Alun Wonosaari mulai 6-10 September 2022. Kegiatan ini adalah rangkaian peringatan satu dasawarsa Keistimewan DIY serta bertujuan melesatrikan seni adat dan tradisi yang berkembang di masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, mengatakan Gelar Potensi merupakan pesta rakyat yang terbuka untuk umum. Tujuannya agar seluruh warga mengenal dan mengetahui tardisi budaya yang dimiliki.
“Gelar Potensi menjadi ajang promosi budaya lokal di masyarakat,” kata Mantara, Rabu (7/9/2022).
Pameran budaya ini diikuti 30 rintisan kalurahan budaya di Gunungkidul. Guna memeriahkan acara, gerai UMKM serta potensi kuliner di masyarakat didirikan. “Setiap kalurahan yang ikut diberi stand dan diminta membuat display tentang potensi yang dimiliki di wilayah masing-masing,” katanya.
Selain itu, berbagai kesenian tradisional hingga permainan anak tradisional ditampilkan. “Masing-masing kalurahan akan dinilai dan pemenangnya akan diumumkan di hari terakhir pementasan pada 10 September mendatang,” ujar dia.
Mantara menambahkan ajang ini menjadi rangkaian peringatan satu dasawarsa peringatan Keistimewaan DIY yang berlangsung 10 Agustus 2022 hingga 10 September 2022. Dia mengharapkan kalurahan tidak hanya berhenti di rintisan budaya, tapi bisa terus ditingkatkan statusnya. Setelah berstatus rintisan, status kalurahan bisa dinaikan menjadi kalurahan budaya, rintisan mandiri budaya hingga kalurahan mandiri budaya.
“Tugas kami hanya dari kantong budaya dan kalurahan rintisan budaya. Kalurahan budaya hingga mandiri budaya ditangani tim dari Pemerintah DIY,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan kalurahan rintisan budaya di Gunungkidul ada 30 kalurahan. Ia berharap seluruh kalurahan bisa memperoleh predikat ini untuk mendukung keistimewaan di DIY. “Kalau bisa terus ditingkatkan sehingga bisa memperoleh predikat kalurahan mandiri budaya,” katanya.
BACA JUGA: Bansos BBM untuk Warga Jogja Akan Disalurkan Lewat Aplikasi
Menurut dia, status kalurahan budaya ini menjadi salah satu sarana untuk menjaga seni budaya lokal di tengah-tengah gempuran budaya global yang berkembang di masyarakat. Oleh karenanya, predikat yang diperolah harus dijaga dan terus ditingkatkan sehingga keberadan budaya lokal tidak kalah dengan budaya asing.
“Yang bisa melesatrikan kita sendiri. Jangan sampai kalah dengan budaya asing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.