Inflasi DIY Juni 2026 Naik 0,37 Persen, Kenaikan BBM Jadi Pemicu Utama
Inflasi DIY Juni 2026 mencapai 0,37% secara bulanan. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi penyumbang terbesar inflasi menurut BPS DIY.
Salah satu pedagang menjajakan dagangan di Pasar Sleman, Rabu (7/9/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN - Pedagang pasar tradisional di Sleman mengeluhkan sepinya pembeli akibat kenaikan harga bahan pokok. Kenaikan harga tersebut merupakan imbas dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
Salah satu pedagang Pasar Sleman Unit 1, Sukarsih mengatakan harga bawang merah naik dari mulanya Rp25.000 menjadi Rp27.000 per kg, ada juga yang menjual Rp30.000 per kg tergantung jenisnya.
Sementara minyak goreng naik tipis dari Rp15.000 per liter menjadi Rp15.500 per liter. "Jualan turun sendiri, tambah turun lagi kalau ada bantuan sembako gratis dari pemerintah," kata dia, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA: Kukuhkan FK Kampung Siaga Bencana, Bupati Sleman: Mari Tingkatkan Kewaspadaan
Menurutnya, harga gandum juga mengalami kenaikan dari Rp12.000 menjadi Rp13.000-Rp13.500 per kg. Bahkan harga garam pun juga ikut naik, dari Rp3.000 per batang jadi Rp3.500 per batang. "Sudah naik semua. Semua harga naik karena alasannya bensin mahal," ujar dia.
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Juniarti. Menurutnya setiap ada kenaikan harga komoditas akan menurunkan jumlah penjualan. Bawang merah saat ini dia jual di harga Rp32.000 per kg naik dari semula Rp30.000.
Sementara telur naik lagi menjadi Rp27.000 per kg dari mulanya Rp26.000 per kg. Kenaikan ini disebabkan ongkos transportasinya yang mahal imbas BBM naik. "Naik karena BBM naik, ongkos perjalanan juga naik. Naik sedikit pembelinya sudah turun," kata dia.
Berdasarkan data dari Info Pangan Sleman, pada Rabu sampai pukul 14.10 WIB, komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai rawit Rp50.500 per kg naik Rp875 per kg; bawang merah Rp30.625 per naik Rp375 per kg; dan ikan lele Rp25.375 naik Rp125 per kg. Sementara harga komoditas lain sebagian besar tetap bahkan ada yang turun.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman belum bisa memastikan seberapa jauh dampak kenaikan BBM ke harga bahan pokok.
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan kenaikan BBM memang akan diiringi kenaikan harga dan turunnya daya beli.
"Jadi masih euforia kenaikan BBM, kan biasanya kalau euforia itu pasti ada yang naik tapi saya yakin seiring perbaikan daya beli masyarakat ini nanti harga harga akan stabil," ucapnya.
Terkait penurunan daya beli, nantinya akan terdorong dengan turunnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah. Disperindag berharap akan ada kebijakan yang beriringan sehingga daya beli bisa kembali normal. "Kalau stok masih aman, kami sudah keliling ke distributor, stok semua aman," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY Juni 2026 mencapai 0,37% secara bulanan. Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi penyumbang terbesar inflasi menurut BPS DIY.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.