38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Ilustrasi siswa SDN Tepus 2 belajar sendiri di balai dusun./Istimewa-warga Tepus\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul mengklaim seluruh siswa di SD Negeri Tepus 2 telah pindah ke sekolah lain setelah diberlakukannya keputusan penutupan sekolah sejak 1 September 2022 lalu. Meski demikian, para wali murid di sekolah tersebut masih meminta dibangunkan sekolah yang baru.
Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan regrouping SD Negeri Tepus 2 seharusnya terlaksana pada 11 Juli 2022 lalu. Namun, lantaran ada kebijakan peloanggaran dan baru mulai efektif per 1 September 2022. “Batas akhir dispensasi hingga 31 Agustus 2022. Sekarang para siswa sudah pindah ke sekolah lain,” kata Nunuk kepada wartawan, Rabu (7/9/2022).
Meski sudah pindah, dia tidak menampik ada wali murid yang meminta untuk dibangunkan gedung baru. Akan tetapi, Nunuk mengaku belum bisa mengakomodasi karena masih membutuhkan kajian terkait dengan gedung yang baru. “Dikaji dulu. Kalau memenuhi persyaratan, maka bisa dibangun lagi,” katanya.
BACA JUGA: Tak Hanya Dapat Bansos BBM, Warga Gunungkidul Juga Terima Bantuan Sembako Rp200.000
Gedung SD Negeri Tepus 2 dibongkar di 2021 lalu karena terdampak pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Kesempatan ini dipergunakan oleh Disdik Gunungkidul untuk menutup dan menggabungkan siswa sekolah tersebut ke sekolah lain.
Sekretaris Disdik Gunungkidul, Winarno menambahkan, SD Negeri 2 Tepus sudah tidak ada dan dihapus dari data pokok pendidikan. Seluruh siswa berjumlah 37 anak juga telah pindah ke sekolah lain yang terdekat.
Menurut dia, sekolah yang dituju salah satunya di SD Negeri Sumberwungu 2. Kepindahan para siswa ini untuk memastikan agar tetap terdata di sistem data pokok pendidikan sehingga tetap mendapatkan berbagai layanan dan bantuan. “Agar tetap mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah dan lainnya,” kata Winarno.
Terpisah, salah seorang wali murid, Joko mengaku terpaksa memindahkan ankanya ke sekolah lain. Hal ini dilakukan agar tidak dihapus dari data pokok pendidikan. “Sudah mulai per 1 September ini,” katanya.
Meski demkian, Joko bersama dengan wali murid lainnya masih berharap agar sekolah tetap kembali dibangun. Salah satu alasannya dikarenakanan jarak sekolah sekarang cukup jauh. “Harapannya dibangunkan gedung sekolah lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.