Tahapan Krusial Pilur Dimulai Juli, DPMKP2KB Desak Panitia Bergerak
DPMKP2KB Gunungkidul meminta panitia pilur di 31 kalurahan segera menyelesaikan tata tertib dan anggaran menjelang tahapan krusial Juli 2026.
Sejumlah siswa di SDN Tepus 2 harus belajar sendiri di balai dusun karena guru yang biasa mengajar telah dipindah ke sekolah lain. Senin (29/8/2022)./Istimewa-warga Tepus
Harianjogja.com, Gunungkidul — Nasib siswa di SD Negeri Tepus 2 kian tidak jelas. Setelah harus tersingkir karena gedung sekolahnya terdampak pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), kini giliran guru mengajar yang tak datang ke balai dusun untuk memberikan pembelajaran.
Ketiadaan guru pengajar terlihat pada Senin (29/8/2022), padahal para murid sudah berada di balai dusun. Tempat ini menjadi lokasi belajar darurat setelah sekolah dirobohkan untuk pembangunan JJLS di 2021 lalu.
Wali murid pun terpaksa menunggui siswa untuk belajar seadanya karena ketiadaan guru pengajar. Salah seorang wali murid, Yatmi mengatakan, anaknya masuk sekolah seperti biasa. Namun, setibanya di balai dusun tidak ada kegiatan belajar seperti yang sudah-sudah. “Jadi hanya duduk-duduk saja dan buka buku pelajaran sendiri,” katanya kepada wartawan, Senin siang.
BACA JUGA: Sudah Dicetak, Warga Gunungkidul Kini Bisa Ambil SIM Asli
Dia menjelaskan, sejak muncul wacana regrouping, nasib siswa di SDN Tepus 2 terus tidak pasti. Terlebih seusai pembongkaran sekolah untuk JJLS sampai sekarang tidak dibangungkan sekolah pengganti. “Memang tujuannya di-regrouping. Tetapi, warga menolak karena sekolah lain jaraknya jauh,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Joko, wali murid lainnya di SDN Tepus 2. Menurut dia, upaya mencari informasi terkait dengan ketidakhadiran guru sudah dicari dan ada kabar sudah dipindah ke sekolah lain. “Ada tiga tempat untuk sekolah darurat. Guru di dua tempat sudah dipindahkan, sedangkan satunya masih dalam proses pindah,” kata Joko.
Dia berharap kepada Pemkab Gunungkidul agar segera dibangunkan sekolah pengganti karena menolak adanya penggabungan dengan SD lain di Tepus. “Warga minta dibuatkan sekolah baru. sedangkan pihak kalurahan juga sudah menyiapkan tempat untuk pembangunan,” katanya.
BACA JUGA: Tolak Regrouping SDN Tepus 2, Warga Datangi DPRD Gunungkidul
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno mengatakan, proses regrouping SDN Tepus 2 terus berlanjut. Dia mengakui proses penggabungan seharusnya dilakukan sejak 11 Juli 2022, tetapi ada dispensasi hingga 31 Agustus.
“Jadi sekarang sudah mulai ditarik gurunya untuk ditempatkan di sekolah lain. Jadi, memang secara aturan SDN Tepus 2 sudah tidak ada karena dihapus dari data pokok pendidikan [dapodik],” katanya.
Menurut Winarno, dengan penghapusan ini maka bisa berdampak terhadap hak-hak yang dimiliki siswa, salah satunya Bantuan Operasional Siswa. Untuk bisa mendapatkan hak ini, para siswa harus pindah ke sekolah lain.
“Bisa ke SDN Tepus 4, SD 1 atau sekolah mana lah. Sebab, jika sampai 31 Agustus tidak masuk ke dapodik, maka tidak bisa mendapatkan BOS dan lainnya. Sebab, sesuai SK bupati, SDN Tepus 2 sudah tidak ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMKP2KB Gunungkidul meminta panitia pilur di 31 kalurahan segera menyelesaikan tata tertib dan anggaran menjelang tahapan krusial Juli 2026.
IHSG dibuka naik 0,63% ke level 5.731. Penguatan ditopang BBCA, BBRI, dan AMMN meski sentimen ekonomi domestik masih membayangi pasar.
Gugatan perdata kasus dugaan penipuan jual beli perusahaan di Bantul memasuki mediasi, tetapi tergugat menolak menempuh jalur damai.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru lengkap dengan tarif, jalur, dan informasi layanan transportasi publik di Daerah Istimewa Yogyakarta.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp63.900 per kg. Simak daftar terbaru harga beras, telur, bawang, daging, dan minyak goreng.
Film animasi Ajisaka produksi Amikom Yogyakarta memasuki tahap akhir. Usai rekaman di Paramount Pictures, kini menjalani sound mixing.