Advertisement

Tak Ada Guru Mengajar, Siswa SDN Tepus 2 Dipaksa Pindah Sekolah

David Kurniawan
Senin, 29 Agustus 2022 - 18:27 WIB
Arief Junianto
Tak Ada Guru Mengajar, Siswa SDN Tepus 2 Dipaksa Pindah Sekolah Sejumlah siswa di SDN Tepus 2 harus belajar sendiri di balai dusun karena guru yang biasa mengajar telah dipindah ke sekolah lain. Senin (29/8/2022). - Istimewa/warga Tepus

Advertisement

Harianjogja.com, Gunungkidul — Nasib siswa di SD Negeri Tepus 2 kian tidak jelas. Setelah harus tersingkir karena gedung sekolahnya terdampak pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), kini giliran guru mengajar yang tak datang ke balai dusun untuk memberikan pembelajaran.

Ketiadaan guru pengajar terlihat pada Senin (29/8/2022), padahal para murid sudah berada di balai dusun. Tempat ini menjadi lokasi belajar darurat setelah sekolah dirobohkan untuk pembangunan JJLS di 2021 lalu.

Wali murid pun terpaksa menunggui siswa untuk belajar seadanya karena ketiadaan guru pengajar. Salah seorang wali murid, Yatmi mengatakan, anaknya masuk sekolah seperti biasa. Namun, setibanya di balai dusun tidak ada kegiatan belajar seperti yang sudah-sudah. “Jadi hanya duduk-duduk saja dan buka buku pelajaran sendiri,” katanya kepada wartawan, Senin siang.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Sudah Dicetak, Warga Gunungkidul Kini Bisa Ambil SIM Asli

Dia menjelaskan, sejak muncul wacana regrouping, nasib siswa di SDN Tepus 2 terus tidak pasti. Terlebih seusai pembongkaran sekolah untuk JJLS sampai sekarang tidak dibangungkan sekolah pengganti. “Memang tujuannya di-regrouping. Tetapi, warga menolak karena sekolah lain jaraknya jauh,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Joko, wali murid lainnya di SDN Tepus 2. Menurut dia, upaya mencari informasi terkait dengan ketidakhadiran guru sudah dicari dan ada kabar sudah dipindah ke sekolah lain. “Ada tiga tempat untuk sekolah darurat. Guru di dua tempat sudah dipindahkan, sedangkan satunya masih dalam proses pindah,” kata Joko.

Dia berharap kepada Pemkab Gunungkidul agar segera dibangunkan sekolah pengganti karena menolak adanya penggabungan dengan SD lain di Tepus. “Warga minta dibuatkan sekolah baru. sedangkan pihak kalurahan juga sudah menyiapkan tempat untuk pembangunan,” katanya.

BACA JUGA: Tolak Regrouping SDN Tepus 2, Warga Datangi DPRD Gunungkidul

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno mengatakan, proses regrouping SDN Tepus 2 terus berlanjut. Dia mengakui proses penggabungan seharusnya dilakukan sejak 11 Juli 2022, tetapi ada dispensasi hingga 31 Agustus.

Advertisement

“Jadi sekarang sudah mulai ditarik gurunya untuk ditempatkan di sekolah lain. Jadi, memang secara aturan SDN Tepus 2 sudah tidak ada karena dihapus dari data pokok pendidikan [dapodik],” katanya.

Menurut Winarno, dengan penghapusan ini maka bisa berdampak terhadap hak-hak yang dimiliki siswa, salah satunya Bantuan Operasional Siswa. Untuk bisa mendapatkan hak ini, para siswa harus pindah ke sekolah lain.

“Bisa ke SDN Tepus 4, SD 1 atau sekolah mana lah. Sebab, jika sampai 31 Agustus tidak masuk ke dapodik, maka tidak bisa mendapatkan BOS dan lainnya. Sebab, sesuai SK bupati, SDN Tepus 2 sudah tidak ada,” katanya. 

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Profil Howard Timotius Palar, Petinggi Indomaret yang Meninggal Tertabrak Truk

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement