Harga Pangan Turun, DIY Catat Deflasi 0,31% pada Juli 2026
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
Petani membersihkan sampah di Selokan Mataram, Jumat (21/2/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, Sleman - Penghentian sementara aliran sungai di Selokan Mataram untuk pemeliharaan berdampak pada 81 KK. Warga mengalami krisis air karena sumur mereka mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan droping air di 14 unit tampungan hydrant umum (HU) yang tersebar di tiga Dusun.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan menjabarkan tiga dusun yang terdampak yakni Dusun Susukan II, Seyegan sebanyak 15 KK. Dusun Tangisan, Banyurejo sebanyak 9 KK dan ternak sapi 39 ekor. Kemudian Dusun Jambean, Banyurejo sejumlah 57 KK dan ternak sapi 19 ekor.
Untuk memenuhi kebutuhan air warga BPBD Sleman menyiapkan HU sebanyak 14 unit dan droping air bersih dengan tiga armada truk tangki air.
Baca juga: Waspada! Sleman Diprediksi Hujan Petir Sabtu Ini, Wilayah Lain?
"Kami siapkan HU, nanti kami droping. 14 HU yang kami sediakan hari ini sudah distribusi. Setiap kosong isi terus," ungkapnya saat dihubungi Harian Jogja Sabtu (10/9/2022).
Makwan menjelaskan pemeliharaan akan berlangsung sampai akhir bulan Oktober. Setelah aliran sungai kembali normal maka air di sumur-sumur warga juga akan kembali normal.
"Selokan Mataram kan airnya meresap ke tanah, ke kanan ke kiri. Ketika dimatikan kan gak bisa, mereka [warga] kan sumurnya dangkal. Muka air tergantung pada muka air Selokan," jelasnya.
Ketika air Selokan Mataram dihentikan sumur menjadi kering. Sebenarnya warga bisa melakukan upaya mendalamkan lagi sumurnya, namun butuh biaya.
"Kalau normal [aliran sungai] normal lagi. Tapi kan sampai akhir Oktober cukup lama," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Presiden Abelardo de la Espriella memimpin langsung penanganan bencana.
Stafsus Menhan Lenis Kogoya meminta TPNPB menghentikan kekerasan terhadap warga sipil Papua serta tidak mengganggu peringatan HUT ke-81 RI.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.