Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Pengendara melintas di sekitar ikon patung kendang yang ada di Bundaran Siyono, Kalurahan Logandeng, Playen, Senin (12/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul kukuh membangun tobong gamping untuk menggantikan patung kendang di Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen. Pembuatan ikon ini merupakan bagian dari penataan wajah kota di Wonosari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, pemenang lelang untuk penataan wajah kota Wonosari telah ditentukan. Selanjutnya, dilakukan tanda tangan kontrak yang kemudian diikuti dengan proses penataan. “Pagunya sekiar Rp9,4 miliar untuk penataan,” kata Irawan, Senin (12/9/2022).
Dia pun memastikan tidak ada perubahan dalam penataan. Hal ini berarti pembangungan tobong gamping sebagai pengganti patung kendang di Bundaran Siyono tetap dilaksanakan. “Sesuai dengan rencana awal. Untuk pembangunan masih menunggu tanda tangan kontrak,” katanya.
BACA JUGA: Nelayan Gunungkidul yang Hilang Tercebur Laut Selatan Saat Berak Belum Ditemukan, Ini Kendalanya
Wacana penggantian patung kendang sempat menjadi polemik karena tidak hanya masyarakat, tetapi anggota DPRD Gunungkidul juga menolak ide ini.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan, Dewan sudah mengeluarkan sikap secara bulat menolak pembangunan tobong gamping sebagai pengganti patung kendang.
Menurut dia, alasan penolakan berdasarkan aspirasi masyarakat yang banyak menyuarakan agar wacana tersebut dibatalkan. “Kami sudah bersurat secara resmi ke Bupati,” katanya.
Suharno mengungkapkan, secara kelembagaan DPRD sudah menyuarakan aspirasi tentang keresahan dari masyarakat. Penolakan dilakukan karena mengganggap tobong gamping bagian dari legalisasi terhadap eksploitasi alam di Gunungkidul.
Meski demikian, dengan tetap berjalannya wacana pembangunan tobong gamping, maka pemkab atau bupati tidak responsif terhadap aspirasi masyarakat. Oleh karenanya, Suharno tidak mau ikut campur dengan permasalahan tersebut. “Tugas kami mengingatkan. Kalau tidak dihiraukan, maka sak karep-karepmu [terserah],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Survei Pew menunjukkan pandangan warga Indonesia soal media sosial dan demokrasi berubah. Penilaian buruk naik dari 24% menjadi 43%.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja