Aksi "Ninja" Hiromu Tanaka Bawa PSS Sleman Hajar PSM 3-0
Hiromu Tanaka mencetak dua gol saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia menyebut kondisi fisik dan mental tim menjadi kunci.
Ilustrasi padat karya./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO — Pemkab Kulonprogo siap menggelontorkan 2% dari APBD ke arah penciptaan lapangan pekerjaan dan subsidi transportasi. Sementara lini bantuan sosial (bansos) tidak dipilih lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Kulonprogo.
Penjabat (Pj.) Sekda Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menjelaskan, alokasi 2% APBD Kulonprogo tidak diarahkan ke dalam bentuk bansos. Alokasi anggaran berupaya pada penyediaan lapangan kerja dan subsidi transportasi.
"Kami ini arahnya, pertama, menciptakan lapangan kerja, kemudian yang kedua subsidi untuk transportasi. Untuk yang bansos kami tidak ada karena sudah ada dari [bansos] Pusat, yang kedua karena keterbatasan anggaran, kami itu dua persen hanya Rp3,561 miliar," kata dia, Senin (12/9/2022).
Penciptaan lapangan kerja akan diarahkan dalam wujud program Padat Karya di Disnakertrans Kulonprogo. Rencananya ada 25 titik padat karya berfokus pada pembangunan infrastuktur perdesaan.
Setiap titiknya akan mendapatkan anggaran Rp100 juta sehingga total alokasi anggaran Rp2,5 miliar. Pekerja yang merupakan warga di titik program Padat Karya akan memperoleh upah dari proyek yang dikerjakan, sementara warga lain akan ikut menikmati infrastuktur yang dibangun.
BACA JUGA: Musim Paceklik Ikan dan BBM Naik, Nelayan Glagah Absen Melaut
Selain itu, lapangan kerja juga akan diciptakan dari proyek rehabilitasi saluran irigasi. Total alokasi anggaran di lini mencapai lebih dari Rp896 juta di DPUPKP Kulonprogo. "Subsidi transportasi untuk plat kuning itu Rp74 juta usulan dari Dishub," kata dia.
Dari alokasi anggaran di sejumlah lini di atas, Bambang menyebut alokasi anggaran yang diberikan dalam rangka subsidi ini telah mencapai 105% dari 2% yang diwajibkan. "Kalau dilihat dari persentasenya kami sudah melebihi, 105 persen lihat dari nilainya," ujar dia.
"Harapannya paling tidak bantuan ini ataupun subsidi ini bisa mengurangi beban pengeluaran yang harus di keluarkan oleh keluarga. Juga ada peningkatan daya beli, bisa memenuhi kebutuhan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiromu Tanaka mencetak dua gol saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia menyebut kondisi fisik dan mental tim menjadi kunci.
BSI meraih posisi lima besar Grand Champion Danantara CX100 Award 2026 dan peringkat keempat kategori Financial berkat komitmen meningkatkan kualitas layanan ba
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Harga BBM 15 Oktober 2026 di Pertamina, BP, Vivo, dan Shell tidak berubah. Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000 per liter.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
BPD DIY memperkuat sinergi dengan Pemkab Kulon Progo melalui penyaluran kredit lebih dari Rp1,1 triliun, digitalisasi transaksi, pemberdayaan UMKM, dan penyalur