WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi Pemda DIY./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, JOGJA—Kinerja Pemda DIY sampai dengan triwulan III-2025 sebagian besar indikator sasaran mengalami capaian positif. Beberapa indikator belum mencapai target karena masih perlu dihitung sampai dengan akhir tahun.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan kinerja program, kegiatan, subkegiatan, dan realisasi keuangan sampai dengan triwulan III mengalami deviasi karena efisiensi belanja, proses Surat Pertanggungjawaban (SPJ), dan transfer Dana Alokasi Khusus–Dana Alokasi Umum (DAK–DAU) yang tertunda.
Sementara itu, realisasi fisik output relatif optimal karena adanya surplus kinerja yang terselesaikan lebih cepat dari target. “Secara umum kualitas pelaksanaan kegiatan OPD [Organisasi Perangkat Daerah] dalam kategori baik dengan skor sebesar 84,58,” ujarnya dalam Rakordal DIY Triwulan III-2025, di Kepatihan, Kamis (30/10/2025).
Secara berturut-turut, realisasi kinerja transfer daerah tertinggi berasal dari Dana Insentif Fiskal sebesar 88,6% atau Rp94,2 miliar, DAU sebesar 82% atau Rp4,7 triliun, dan Dana Keistimewaan sebesar 80% atau Rp800 miliar. Realisasi terendah ada pada DAK fisik yang baru di angka 35% atau Rp62,2 miliar.
“Realisasi terendah ialah DAK Fisik karena keterlambatan pemenuhan dokumen persyaratan yang baru diunggah awal triwulan ketiga tahun 2025, adaptasi bidang baru DAK Fisik, dan petunjuk teknis yang baru ditetapkan akhir semester I-2025,” katanya.
Lalu, realisasi fisik kegiatan dekonsentrasi sebesar 67%, lebih tinggi dari capaian tugas pembantuan 27,38%. “Sementara itu, realisasi keuangan kegiatan dekonsentrasi dan tugas pembantuan relatif lebih rendah daripada realisasi fisik. Faktor yang memengaruhi antara lain adanya pagu blokir pada beberapa satuan kerja,” paparnya.
Terkait dengan pengelolaan pengadaan barang jasa di DIY, telah merealisasikan transaksi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) mencapai Rp828,71 miliar dari total pagu Rp1,317 triliun. Nilai sementara Indeks Pemanfaatan SPSE masih berada di angka 68,86% dengan kategori cukup.
Progres proyek konstruksi strategis DIY terealisasi sesuai target seperti Pembangunan Gedung DPRD DIY, Penataan landfill zona transisi TPST Piyungan, Pembangunan Gedung Psikiatri Terpadu Rumah Sakit Grasia, dan lain-lain. “Perlu menjadi perhatian dan monitor intensif progresnya sampai dengan akhir tahun 2025,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.