193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
tidak ada foto
Harianjogja.com, BANTUL — Pembatalan kenaikan retribusi wisata di kawasan pantai selatan (pansela) Bantul tahun ini dilakukan lantaran Pemkab Bantul tak mau kehilangan pendapatan dari kunjungan wisatawan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengakui Pemkab memang berencana menaikkan tarif retribusi Pansela dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per orang.
Rencana itu awalnya melihat ekonomi makro tidak ada goncangan. Namun, setelah ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maka akan berimabas pada inflasi.
“Kenaikan harga BBM juga akan berdampak pada kenaikan ongkos transportasi. Kalau harga transportasi naik, biaya study tour, piknik, biaya wisata akan naik maka dampaknya bisa terjadi pada penurunan wisatawan. Ini yang tidak kami inginkan,” kata Halim, Senin (12/9/2022).
BACA JUGA: Bantul Anggarkan Rp4,5 Miliar untuk Warga yang Belum Terima Bansos BBM
Menurut Halim, jika objek wisata di Bantul sepi pengunjung maka akan berdampak lebih besar pada pendapatan ekonomi masyarakat sekitar objek wisata yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.
“Kalau wisatawan menurun maka masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sekitar objek wisata akan terkena dampak dari penurunan wisatawan,” ujarnya.
Dia ingin mengerem supaya daya beli masyarakat tidak terlalu rendah. Pasalnya, jika daya beli masyarakat rendah, termasuk rendahnya daya beli sektor pariwisata, dampaknya wisatawan enggan berkunjung ke Bantul. “Itulah sebabnya, kenaikan retribusi [pansela] kami batalkan,” ucap Halim.
Sektor pariwsiata, menurut Halim merupakan salah satu sektor unggulan selain sektor pertanian dan industri karena menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di Bantul.
Sebelumnya, Halim menyatakan arah pembangunan 2023 mendatang lebih difokuskan pada tiga sektor, yakni sektor industri, pertanian dan pariwisata dikarenakan ketiga sektor tersebut menduduki tiga besar PDRB Bantul serta memiliki populasi yang besar dari masyarakat Bantul serta paling banyak mendominasi lapangan pekerjaan.
Selain itu, ketiga sektor tersebut juga memiliki daya dukung yang tinggi baik dari dalam Pemkab Bantul maupun dari Pemda DIY serta Pemerintah Pusat yang apabila terus dikembangkan akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi yang muara akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat.
Halim menambahkan, sektor pariwisata selain objek wisata andalan seperti pantai Parangtritis yang mampu menjadi magnet bagi 3,5 juta wisatawan setiap tahun.
Kreativitas masyarakat Bantul telah mampu menghadirkan obyek-obyek wisata baru yang dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat dengan jumlah puluhan destinasi wisata berbasis komunitas atau community based tourism (CBT).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Agrinas mengungkap 159 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri menjelang operasional serentak 8.000 koperasi desa.
Hasil lab kasus dugaan keracunan MBG di Selo, Boyolali, menemukan bakteri E. coli, sedangkan kadar histamin pada udang masih normal.
Bawaslu Solo digugat terkait persyaratan administrasi ijazah Jokowi saat pencalonan. Sidang di PN Jakarta Pusat tertunda karena penggugat menambah saksi dan ahl
GSI Youth Fest 2026 digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Solo, 8 November. Ada Ndarboy Genk, Raffi Ahmad, job fair, dan penghargaan 35 Local Hero.
PT BPR Bank Kulon Progo menyalurkan kredit sekitar Rp420 miliar untuk mendukung UMKM dan ekonomi daerah melalui program SUPER KeRISKu, Kredit Merapi, serta laya