Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjawab persoalan tingginya suhu udara di perkotaan, sekelompok mahasiswa UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan aspal sebagai kolektor panas atau Asphalt Thermal Collector untuk mengurangi peningkatan suhu akibat Urban Heat Island (UHI).
Mahasiswa Teknik Sipil UGM, Fikru Shidqi Helmi, menjelaskan kolektor Asphalt Thermal Collectormengurangi UHI dengan cara menyerap panas pada permukaan aspal menggunakan cairan yang mengalir di dalam pipa.
Dengan menurunnya suhu pada aspal, suhu kota sekitarnya turut menurun atau lebih sejuk dari sebelumnya. Ide penerapan Asphalt Thermal Collector ini berawal dari tingginya suhu perkotaan yang tak lepas dari UHI, yaitu suhu perkotaan lebih tinggi daripada daerah di sekitarnya.
“Salah satunya adalah bertambahnya jalanan aspal. Seperti diketahui, aspal memiliki sifat menyerap panas dan di siang hari jalanan aspal dapat mencapai suhu hingga 48 derajat celcius. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujarnya, Selasa (13/9/2022).
BACA JUGA: Selokan Mataram Dikeringkan, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Terdampak
Bersama empat mahasiswa lainnya yakni Hakan Malika Anshafa, mahasiswa Teknik Sipil 2020; Octa Elwan Ibrahim, mahasiswa Teknik Sipil 2020); Nabila Alma Maharani, mahasiswa Teknik Sipil 2020; dan Syifa Husnun Nissa H. T, mahasiswa Kimia 2021, yang tergabung dalam PKM Video Gagasan Konstrukif (VGK) UGM, mereka memanfaatkan aspal untuk melawan fenomena UHI.
Penyerapan panas oleh aspal justru mempercepat proses UHI karena radiasi dapat diputarbalikkan untuk mengurangi efek UHI dengan menerapkan Asphalt Thermal Collector. Secara teknis, sistem Asphalt Thermal Collector menggunakan pipa set berbahan polypropylene yang ditanamkan ke jalan dengan kedalaman 2,5 cm dari permukaan.
Pemasangan pipa dilakukan secara mengular dan dibuat segmen jalan setiap lima meter untuk memudahkan dalam pemeliharaan. Selain itu juga dilengkapi dengan komponen pendukung yaitu pompa dan bak penampung. “Komponen pendukung ini diletakkan di bawah trotoar dan terdapat pintu bagian atas untuk kebutuhan pemeliharaan juga,” ungkapnya.
BACA JUGA: Begini Klarifikasi LDII Sleman terhadap Penolakan Warga Bimomartani
Cara kerja Asphalt Thermal Collector dimulai dari air yang dialirkan dalam pipa melalui inlet dengan pompa dalam kondisi dingin. Seiring bergeraknya cairan di dalam pipa, panas pada lapisan aspal akan terserap oleh air. Air yang keluar dari pipa outlet akan memiliki suhu yang lebih tinggi.
Air tersebut kemudian diitampung dalam wadah yang kemudian berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan komersial. “Selain untuk mengurangi efek UHI, suhu aspal yang rendah juga dapat meningkatkan keawetan pada aspal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Indonesia diproyeksikan mengalami 19.251 kematian tambahan akibat panas terkait super El Niño pada September 2026 hingga Februari 2027.
Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Namun, kasus ISPA di seluruh fasyankes DIY justru turun dalam empat pekan terakhir.