Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjawab persoalan tingginya suhu udara di perkotaan, sekelompok mahasiswa UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan aspal sebagai kolektor panas atau Asphalt Thermal Collector untuk mengurangi peningkatan suhu akibat Urban Heat Island (UHI).
Mahasiswa Teknik Sipil UGM, Fikru Shidqi Helmi, menjelaskan kolektor Asphalt Thermal Collectormengurangi UHI dengan cara menyerap panas pada permukaan aspal menggunakan cairan yang mengalir di dalam pipa.
Dengan menurunnya suhu pada aspal, suhu kota sekitarnya turut menurun atau lebih sejuk dari sebelumnya. Ide penerapan Asphalt Thermal Collector ini berawal dari tingginya suhu perkotaan yang tak lepas dari UHI, yaitu suhu perkotaan lebih tinggi daripada daerah di sekitarnya.
“Salah satunya adalah bertambahnya jalanan aspal. Seperti diketahui, aspal memiliki sifat menyerap panas dan di siang hari jalanan aspal dapat mencapai suhu hingga 48 derajat celcius. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujarnya, Selasa (13/9/2022).
BACA JUGA: Selokan Mataram Dikeringkan, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Terdampak
Bersama empat mahasiswa lainnya yakni Hakan Malika Anshafa, mahasiswa Teknik Sipil 2020; Octa Elwan Ibrahim, mahasiswa Teknik Sipil 2020); Nabila Alma Maharani, mahasiswa Teknik Sipil 2020; dan Syifa Husnun Nissa H. T, mahasiswa Kimia 2021, yang tergabung dalam PKM Video Gagasan Konstrukif (VGK) UGM, mereka memanfaatkan aspal untuk melawan fenomena UHI.
Penyerapan panas oleh aspal justru mempercepat proses UHI karena radiasi dapat diputarbalikkan untuk mengurangi efek UHI dengan menerapkan Asphalt Thermal Collector. Secara teknis, sistem Asphalt Thermal Collector menggunakan pipa set berbahan polypropylene yang ditanamkan ke jalan dengan kedalaman 2,5 cm dari permukaan.
Pemasangan pipa dilakukan secara mengular dan dibuat segmen jalan setiap lima meter untuk memudahkan dalam pemeliharaan. Selain itu juga dilengkapi dengan komponen pendukung yaitu pompa dan bak penampung. “Komponen pendukung ini diletakkan di bawah trotoar dan terdapat pintu bagian atas untuk kebutuhan pemeliharaan juga,” ungkapnya.
BACA JUGA: Begini Klarifikasi LDII Sleman terhadap Penolakan Warga Bimomartani
Cara kerja Asphalt Thermal Collector dimulai dari air yang dialirkan dalam pipa melalui inlet dengan pompa dalam kondisi dingin. Seiring bergeraknya cairan di dalam pipa, panas pada lapisan aspal akan terserap oleh air. Air yang keluar dari pipa outlet akan memiliki suhu yang lebih tinggi.
Air tersebut kemudian diitampung dalam wadah yang kemudian berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan komersial. “Selain untuk mengurangi efek UHI, suhu aspal yang rendah juga dapat meningkatkan keawetan pada aspal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.