Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Proses pemeliharaan aliran Selokan Mataram, Senin (12/9/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN — Selokan Mataram telah dikeringkan sejak Agustus lalu. Dinas Pertamian, Pangan dan Perikanan Sleman mencatat ada seluas 544 hektare lahan pertanian dan 230.120 meter persegi kolam ikan yang terdampak dari pengeringan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan beberapa bulan sebelum dilakukan pematian Selokan Mataram, piHaknya sudah mensosialisasikan kepada petani atau kelompok tani (poktan) yang akan terdampak.
Dalam kegiatan budi daya pertanian, baik dalam pengembangan tanaman pangan, holtikultura, peternakan maupun perkebunan, ketersediaan air merupakan faktor yang sangat strategis.
“Dengan adanya perbaikan Selokan Mataram, tentu akan berpengaruh dalam pada kegiatan usaha tani tanaman pangan, hortikultura, peternakan maupun perkebunan,” ujarnya, Selasa (13/9/2022).
BACA JUGA: Maling Gudang Batako Gondol Mesin di Sleman, Mengaku Jadi Pemilik Gudang Saat Menjual Barang Curian
Ia mencatat total ada sebanyak 544 hektare lahan sawah yang terkena dampak akibat dimatikannya Selokan Mataram; 230.120 meter persegi kolam ikan; 55 ekor ternak sapi; dan 33 ekor ternak domba.
Untuk pertanian, wilayah paling banyak terdampak ada di Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, yakni seluas 123 hektare.
Adapun wilayah lainnya meliputi Sendangrejo, Minggir 80 hektare; Banyurejo, Tempel 32 hektare; Sidomulyo, Godean dua hektare; Banyuraden, Gamping tiga hektare; Ambarketawang, Gamping empat hektare; Margokaton, Seyegan 68 hektare; Margodadi, Seyegan 27 hektare; Margoluwih, Seyegan 30 hektare; Sinduadi, Mlati 23 hektare; Tirtoadi, Mlati 20 hektare; Condongcatur, Depok dua hektare; Nologaten, Depok dua hektare; Purwomartani, Kalasan 103 hektare; Tamanmartani, Kalasan 25 hektare.
Pada perikanan, wilayah yang terdampak meliputi Margokaton, Seyegan 41.000 meter persegi; Margodadi, Seyegan 21.000 meter persegi; Margoluwih, Seyegan 20.500 meter persegi; Tirtoadi, Mlati 7.820 meter persegi; Tlogodadi, Mlati 2.500 meter persegi; SInduadi, Mlati 15.000 meter persegi; Trihanggo, Gamping 15.500 meter persegi; Sidomoyo, Godean 106.800 meter persegi.
“Dengan pemutusan aliran air Selokan Mataram maka sebagian petani atau poktan yang sudah siap menanam padi terpaksa menunda menanam padi dan atau mengalihkan pada tanaman palawija dan hortikultura yang tidak terlalu banyak membutuhkan air,” katanya.
Untuk menanggulangi kekeringan apabila Selokan Mataram sewaktu-waktu diperbaiki atau rusak, perlu dipertimbangkan adanya embung dan sumur ladang. “Sehingga air tetap tersedia untuk mendukung aktifitas pertanian dan perikanan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.