Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Festival Lampion bertajuk Laterne Festival de Paris (LF de Paris) 2022 akan diselenggarakan Sabtu, (24/9/2022) di Kawasan Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul. Lampion yang akan diterbangkan mencapai hampir 5.000 buah.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, mengatakan acara tahunan tersebut menjadi acara yang terbesar yang pernah ada di Indonesia.
“[Mungkin] festival lampion ini akan jadi yang terbesar yang pernah ada. Hari ini peserta penerbangan lampion sudah empat ribu lebih dan masih akan bertambah” kata Kwintarto. Jumat (23/9/2022).
Acara tersebut juga bertujuan mendongkrak wisatawan dan mengenalkan kawasan wisata Parangtritis karena belum seluruh masyarakat mengenal Parangtritis.
“Dengan begitu perekonomian warga akan bergerak karena kuliner laku, jasa transportasi laku dan penyediaan jasa penginapan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kwintarto mengatakan pada 2019 ada beberapa wisatawan asing datang ke Kawasan Parangtritis untuk menyaksikan festival lampion. “Ada orang luar negeri yang datang khusus untuk menyaksikan perayaan festival lampion ini,” lanjutnya.
Kwintarto juga mengatakan peminat festival lampion pada 2020 cukup signifikan. Hanya saja festival tersebut ditunda dua tahun akibat Pandemi covid-19.
Sebagai upaya pencegahan, pihak EO Festival Lampion tersebut juga sudah bekerja sama dengan pemadam kebakaran jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Koordinator Satuan Tugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran BPBD Kabupaten Bantul, Muhammad Kamdani mengatakan pihaknya akan mengirim pasukan dan armada pemadam kebakaran ke lokasi festival.
"Sudah ada [pemberitahuan]. Besok kami luncurkan personel dan satu armada dari sektor Pundong," katanya.
Penerbangan lampion juga akan dilakukan pada pukul 22.30 WIB ketika aktivitas penerbangan sudah berhenti. Dengan begitu, acara tak akan mengganggu aktivitas penerbangan lain.
Sebelum penerbangan lampion, acara akan dimulai dengan acara musik hingga cosplay.
Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pengunjung ketika acara berlangsung antara lain tidak diperkenankan membawa lampion sendiri. Harus lampion resmi dari Dinas Pariwisata.
Kemudian, pengunjung tidak diperbolehkan membawa senjata tajam, minuman keras (miras) dan makanan serta minuman dari luar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.