Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Penandatanganan PKS antara Kepala Dinkes Sleman dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman, di Ruang Rapat Kantor Bupati Sleman, Senin (26/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan Universal Health Coverage (UHC) di Sleman, BPJS Kesehatan dan Pemkab Sleman menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) untuk meningkatkan cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan Pemkab menyambut baik penandatangan PKS yang dilakukan oleh BPJS Sleman dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman.
"Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemkab Sleman untuk memberikan jaminan serta kepastian perlindungan atas hak jaminan sosial kesehatan bagi setiap warga," kata dia melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (27/9/2022).
Dijelaskan Kustini, hingga 1 Sepember 2022, dari jumlah penduduk Sleman 1.089.365 jiwa sebanyak 96,21% telah terdaftar dalam Program JKN.
BACA JUGA: Sesalkan Pernyataan ORI soal Seragam, Berikut Respons Beberapa Sekolah di Sleman
Capaian tersebut, kata Kustini, salah satunya berkat sinergi dan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan Pemkab Sleman. Adapun PKS yang disepakati terkait dengan perluasan kepesertaan JKN untuk menjaga keberlangsungan UHC di Sleman.
"Harapannya sebelum 2024, capaian UHC bisa terwujud sebesar 98 persen. Kurang dua persen lagi untuk mencapai target tersebut. Mohon agar seluruh instansi berkolaborasi, sinergi dan bekerja sama untuk membantu masyarakat," katanya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman, M Idar Aries menyebut selama ini Pemkab Sleman telah melakukan berbagai upaya dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakatnya sehingga tercapai UHC dengan kepesertaan sebanyak 96,21 persen dari seluruh jumlah penduduk di Sleman.
Menurutnya, kerja sama dan sinergi yang baik antara Pemkab Sleman dengan BPJS Kesehatan memberikan harapan yang baik serta merajut optimisme dalam peningkatan UHC di Sleman.
"Perjuangan, kerjasama dan sinergitas bersama untuk mewujudkan UHC Sleman kami mulai per 1 Oktober 2022, agar ada jeda waktu untuk verifikasi dan validasi data," ucap Nandar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.