Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
IGABA Gunung Kidul menampilkan permainan tradisional babon angrem pada hari terakhir Muhammadiyah Jogja Expo #2, Minggu (9/10/2022)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Menyemarakkan kegiatan di Muhammadiyah Jogja Expo #2, PDA se DIY dan PW IGABA DIY melaksanakan festival permainan tradisional pada Minggu (9/10/2022). Kegiatan ini menjadi kegiatan terakhir yang digawangi oleh PWA DIY dan PW IGABA DIY dalam memeriahkan MJE #2 yang berlangsung selama empat hari sejak Kamis- Minggu (6-9 Oktober).
Menurut Ketua Dikdasmen PWA DIY Yuni Purwanti, M. Pd., selain untuk menyongsong muktamar Muhammadiyah ke-48, kegiatan ini juga bertujuan untuk nguri-uri permainan yang ada khususnya di DIY sehingga tidak hilang, dan dapat diturunkan kepada anak-anak. "Kekompakan, kebersamaan, dan gotong royong akan tercipta dari permainan tradisional tersebut, "ujarnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (10/10/2022).
Pada sore yang cerah tersebut, setiap daerah menampilkan permainan daerahnya masing-masing. "Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menginspirasi anak-anak muda, sehingga tidak punah dan justru dapat berkembang lebih baik lagi, " tuturnya.
Penampil pertama adalah IGABA dari Gunungkidul, dengan judul dolanan Babon Angrem. Menggambarkan keluarga dengan anak yanh banyak, dimana peran ibu sangat mendominasi anak-anaknya dari marabahaya. Bagaimana ibu-ibu mengajarkan kalimat thayyibah, kebersihan, sopan santun, dan selalu ingat apa yang disampaikan guru. Diawali bismillah, kegiatan ini mengajarkan sportivitas, yang kalah dalam permainan dapat menerima dengan legowo.
Baca juga: Kalurahan Didorong Ajukan Program Arsitektur Gaya Yogyakarta
IGABA Kulonprogo menampilkan permainan delikan sarung. Sarung merupakan budaya Indonesia yang sering ditemukan dalam masyarakat. Selain sarung, properti yang digunakan adalah kurungan ayam. Dengan properti seadanya muncul kreativitas untuk membuat permainan delikan sarung untuk melatih kecerdasan fisik motorik, kognitif, bahasa dan seni.
IGABA Kota Jogja menampilkan dolanan dengan judul Cempo Rowo. Cempo rowo ibarat kuda yang kurus, kakinya pincang, tidak berdaya, tetapi punya semangat tinggi dan tidak putus asa menghadapi rintangan atau menjalani kehidupan. Maknanya, mengajarkan anak-anak agar tidak mudah putus sama, tetap semangat untukencapai cita-citanya hingga kelak menjadi anak yang bermartabat. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.