Anak Muda Bawa Cerita Rakyat Jogja ke Persoalan Kekinian
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo (keempat dari kanan) bersama Dirjen Kementerian Pertanian dan Forum Pimpinan Kapanewon Sanden saat panen raya jagung di Dusun Kalimundu, Kalurahan Gadingharjo, Kapanewon Sanden, Senin (10/10/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Petani dari Dusun Kalimundu, Kalurahan Gadingharjo, Kapanewon Sanden, Bantul yang tergabung dalam Kelompok Tani Guyub Rukun Kalimundu panen raya jagung, Senin (10/10/2022).
Panen raya jagung ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo dan Forum Pimpinan Kapanewon (Forkompinkap) Sanden.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan tanaman jagung yang ditanam oleh Kelompok Tani Guyub Rukun Kalimundu produktivitas terbilang cukup bagus, per hektarnya mampu menghasilkan 9-10 ton.
Kalimundu diakuinya merupakan salah satu sentra tanaman jagung, karena di dusun tersebut ada sekitar 481 hektare dari total 4.000 hektare tanaman jagung di Bantul. Harga jualnya juga cukup lumayan.
“Harga jual jagung pipilan [biji jagung yang sudah terlepas tongkolnya] di pasaran saat ini mencapai Rp4.000-4.500 per kilogramnya,” kata Joko.
BACA JUGA: TPS Transisi Tahap I Siap Dipakai, lalu Bagaimana dengan TPS Transisi II?
Selain dijual dalam bentuk pipilan, tetapi ada juga petani yang menjual saat masih di lahan dengan harga Rp25.000 per meter persegi.
Joko mengatakan total tanaman jagung di Bantul ada sekitar 4.000 hektare per tahun yang tersebar di sejumlah kapanewon, terbanyak di Kapanewon Dlingo, kemudian disusul Piyungan, Bambanglipuro, Pandak, Sanden, dan Sedayu.
Dengan hasil panen sekitar 9-10 ton per hektare maka untuk memenuhi kebutuhan di Bantul sudah cukup. Menurutnya, sebagian besar jagung di Bantul digunakan untuk bahan dasar pakan ternak, namun ada juga untuk konsumsi langsung namun jumlahnya sedikit.
Untuk menggenjot tanaman jagung, pihaknya terus berupaya melakukan pendampingan, di antaranya terkait dengan jarak tanam mulai dari tanaman padi, kemudian jagung dan padi lagi supaya bagus hasilnya.
Selain itu juga memperbaiki drainase karena tanaman jagung jika kebanyakan air juga akan mati terutama saat tanaman jagung masih usia muda.
“Kebetulan di Kalimundu ini usia jagung sudah usia tua sehingga ketika terjadi hujan beberapa waktu lalu yang sempat terjadi genangan air tetap kuat dan akhirnya petani bisa panen,” ucap Joko.
Selain itu upaya DKPP lainnya untuk menggenjot tanaman jagung adalah dengan pelatihan membuat pupuk organik, sebab pupuk anorganik saat ini yang subsidi sudah dikurangi. Sementara yang non subsidi harganya cukup mahal. Kemudian menghindari hama terutama hama tikus biasanya cukup efektif dengan menjaga habitat burung hantu, festisida, uap blerang, dan geropyokan tikus.
“Namun paling efektif adalah dengan burung hantu karena musuh alami tikus adalah burung hantu. Maka di Sedayu itu petani membuat sarang-sarang burung hantu di pohon,” ucapnya.
BACA JUGA: Ekspor Gerabah Capai 1.500 Buah Per Bulan, Begini Asal Mula Kasongan
Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan meskipun Bantul telah menorehkan prestasi nasional untuk produksi padi IP400, namun ia tetap mendorong agar Bantul juga berupaya meningkatkan produksi jagungnya.
“Untuk jagung di Kabupaten Bantul, saya ingin melihat tongkolnya bisa 2 atau 3, dengan permainan hormon dan booster agar tongkol isi semua dan produksinya diharapkan lebih tinggi,” kata Suwandi.
Sementara itu Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo berharap para petani di Bantul senantiasa meningkatkan kinerja untuk produksi yang lebih maksimal. Ia berharap pertanian di Bantul lebih maju dan berkembang serta membawa sejahtera bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
Pemuda Kulon Progo diajak menyumbangkan gagasan dan inovasi untuk membangun daerah serta menyongsong Indonesia Emas 2045.
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
Kericuhan pecah di Malioboro usai demo pada Rabu petang. Massa dan polisi saling melempar benda, sementara wisatawan diimbau menghindar.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.