Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Ilustrasi rumah murah bersubsidi/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA — Pemda DIY menyatakan hunian vertikal dengan sistem sewa beli bisa menjadi salah satu alternatif menangani warga yang kesulitan memiliki hunian karena tingginya harga tanah.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji memastikan Pemda DIY turut memikirkan persoalan terkait dengan tingginya harga tanah di DIY sehingga membuat sebagian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak memiliki rumah.
Bahkan secara khusus persoalan ini menjadi salah satu poin yang masuk dalam laporan pertanggungjawaban akhir masa jabatan Gubernur DIY periode 2017-2022. Salah satu alternatif yang memungkinkan adalah pembangunan dengan sistem hunian vertikal yang tidak memerlukan lahan terlalu banyak.
“Satu-satunya cara ya dengan hunian vertikal karena harga tanah sudah melebihi harga pembangunannya. Walau pun vertikal harganya lebih mahal dibandingkan satu lantai tetapi kalau dibandingkan kenaikan harga tanah di DIY masih tinggi kenaikan harga tanah di DIY,” katanya, Rabu (12/10/2022).
BACA JUGA: Lurah dan Pamong se-DIY Sambut Kedatangan Sultan di Stasiun Tugu
Pembangunan hunian vertikal ini tidak harus berada di dalam kota, melainkan bisa diarahkan ke wilayah pinggiran atau di luar perkotaan. Dengan begitu, harga tanah lebih terjangkau serta dapat menciptkan titik ekonomi baru ketika ada aktivitas warga.
Aji mengatakan, salah satu alternatif yang memungkinkan untuk memfasilitasi MBR adalah pembangunan rusun dengan sistem sewa beli. Di mana pengguna melakukan dalam masa waktu tertentu kemudian menjadi miliknya sehingga bisa digunakan saat masa pensiun.
“Misalnya bisa kami buka mekanisme sewa beli, kami bikinkan rusun itu bentuknya sewa beli. Disewa dalam waktu sekian tahun itu bisa jadi miliknya supaya nanti di masa dia pensiun sudah memiliki rumah milik,” ujarnya.
Akan tetapi sistem sewa beli ini tentunya harus lebih dulu membeli lahan baru yang belum bangun. Terkait dengan pihak yang membeli atau membebaskan untuk dibangun hunian vertikal nantinya bisa diatur lebih lanjut. Mengingat hal ini tidak memungkinkan menggunakan tanah desa.
“Kalau soal tanah sebetulnya bisa atau menggunakan mekanisme sewa itu bisa tetapi kalau tanah desa harus selalu mendapatkan pendapatan sementara regulasi Gubernur sewa kas desa maksimal 20 tahun. Tentu itu akan sulit jika pertimbangannya itu untuk rumah hak milik,” ucapnya.
Penyempurnaan Regulasi
Baskara Aji mengakui terkait dengan regulasi perumahan dan permukiman ini ke depan memang perlu disempurnakan. Termasuk regulasi terkait pembebasan tanah untuk hunian vertikal. Di sisi lian saat ini regulasi tentang rumah vertikal belum menjadi aturan yang mengharuskan.
Selain itu belum ada larangan membuat rumah dengan satu lantai. Melalui RTRW juga telah diatur terkait mana saja tanah yang harus dipertahankan untuk tetap hijau atau sebagai lahan basah dan persawahan.
“Kami sekarang harus menyusun regulasi alokasi tanah yang bisa kita bebaskan untuk itu [hunian vertikal]. Tetapi larangan untuk membangun rumah satu lantai itu sampai sekarang belum ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Cristian Chivu sukses membawa Inter Milan meraih double winner Serie A dan Coppa Italia musim 2025/2026.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.