Tingkatkan Pemahaman soal Stunting lewat Bedah Buku
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Penanganan dan Pencegahan Stunting di Gedung Serbaguna Purwosari.
Para narasumber dalam FGD Masterplan Rintisan Desa Mandiri Budaya Canden di Tara Hotel, Tegalrejo, Kota Jogja, Selasa (24/10/2022)./Harian Jogja-Hadid Husaini
JOGJA - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) DIY menggelar forum group discussion (FGD) yang membahas Masterplan Rintisan Desa Mandiri Budaya Canden di Tara Hotel, Tegalrejo, Kota Jogja, Selasa (24/10/2022).
Dalam acara yang dihadiri oleh pamong Kalurahan Canden tersebut dibahas mengenai rencana Canden sebagai wilayah yang akan dirintis dengan konsep Desa Mandiri Budaya.
Konsultan PT Proporsi, Indah Tisnawati menyampaikan bahwa nantinya pembangunan Kalurahan Canden tidak hanya meliputi aspek fisik tetapi juga nonfisik. "Pembangunan akan dilakukan secara holistik. Tidak hanya fisik, tetapi juga sosial dan budaya," ucap dia, Selasa.
Dia menjelaskan, setidaknya ada empat pilar yang akan difokuskan yaitu sektor budaya, wisata, entrepreneur, dan Prima. “Prima merupakan fokus tersendiri merupakan pemberdayaan perempuan kaum rentan,” ucap dia.
Menurut wanita yang disapa Tisna, masterplan yang dirancang oleh pihaknya akan final dalam waktu dua pekan ke depan. Sementara proyek Canden sebagai Desa Mandiri Budaya diperkirakan akan selesai dalam waktu lima tahun ke depan.
BACA JUGA: Mahasiswa Mencuri Motor lantaran Kepepet Bayar Kuliah Bebas dari Tuntutan
Dia menambahkan, Canden memiliki potensi olahan jamu. Hal tersebut yang ke depan menurutnya akan dijadikan sebagai brand utama di Canden. Karakteristik geografis wilayah kelurahan canden yang memanjang menjadi pertimbangan untuk potensi utama yaitu olahan jamu bisa merata.
"Kami ingin potensi jamu yang ada di Kiringan [Kalurahan Canden] ini bisa merata, bagaimana potensi yang ada di ujung selatan desa bisa bisa menyebar ke utara," kata Tisna.
Dia berharap masterplan tersebut tidak hanya menjadi berkas yang ditumpuk di rak perpustakaan kalurahan.
Berdasarkan skema masterplan saat ini masih dalam tahap dengar pendapat. Melalui tahap itu, berbagai masukan dari berbagai pihak telah ditampung.
Kabid Layanan Kewirausahaan Koperasi dan UKM, Wisnu Hermawan menyampaikan bahwa Dinas Koperasi dan UKM siap menjadi fasilitator bagi terbentuknya Desa Mandiri Budaya.
"Kami mengapresiasi Kalurahan Canden dalam bentuk Desa Preneur yang di dalamnya juga terdapat berbagai kewenangan tidak hanya sebagai Desa Preneur saja," ujar Wisnu.
Pembahasan Konsep
Sementara itu, budayawan Jogja yang juga salah satu narasumber dalam FGD tersebut, RM. Donny S. Megananda menyampaikan bahwa perlu ada pembahasan kembali tentang konsep Desa Mandiri Budaya untuk lebih mematangkan masterplan.
Pasalnya, jika mengacu pada surat keterangan (SK) dari Sekda DIY yang terbit pada Juli lalu, status Desa Mandiri Budaya tahun ini juga bisa dicapai oleh desa yang bukan Desa Budaya.
Adapun syarat yang harus dipenuhi, kata dia, yaitu dengan ketercapaian 50% Desa Budaya, 10% Desa Prima, 10% Desa Wisata, dan 30% Desa Preneur.
Untuk menjadi Desa Mandiri Budaya, kata dia, hal yang harus diperkuat terlebih dahulu adalah syarat Desa Budaya yang mendapat proporsi paling besar sebagai Desa Mandiri Budaya. Dalam SK Sekda tersebut, imbuh Donny, ada beberapa hal yang ditekankan antara lain adalah harus ada upacara adat, kesenian permainan tradisional, bahasa sastra aksara, kerajinan kuliner, pengobatan yang kuat dan pelestarian situs dan cagar budaya yang kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Penanganan dan Pencegahan Stunting di Gedung Serbaguna Purwosari.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Guru Besar UKI Angel Damayanti mengingatkan potensi penyalahgunaan gim online untuk propaganda ekstremisme dan mendorong penguatan literasi digital.
Sebanyak 244 personel gabungan memadamkan kebakaran hutan Gunung Lawu. Medan sulit dan angin kencang menghambat penanganan api.
Kuota internet cepat habis? Cek aplikasi paling boros data di Android dan iPhone, lalu batasi penggunaan internet agar lebih hemat.
Ingin menerapkan parenting ala 90-an? Simak 5 cara membatasi screen time, mempererat keluarga, dan melatih kemandirian anak.