Banyak Desil Berubah, Dinsos DIY Tegaskan DTSEN Harus Terus Dimutakhirkan
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Sejumlah alat berat mengerjakan penggalian TPST Transisi Piyungan, Senin (20/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Jatah pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu atau TPST Piyungan dibatasi untuk mengurangi antrean truk pengangkut sampah menyusul belum dioperasikannya tempat pembuangan transisi. Sampah dari Sleman dijatah dibuang ke Piyungan dua kali dalam sepekan, yakni Rabu dan Sabtu.
Pembatasan ini disampaikan oleh Kepala UPTD Persampahan Kabupaten Sleman Rita Probowati. Dia mengatakan meski pembuangan sampah ke TPST Piyungan dibatasi, sejauh ini pembuangan sampah di Sleman berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan.
"Minggu ini dua kali, Rabu dan Sabtu. Kemarin dijatah Rabu cukup lancar, tetapi masih ada sisa sampah sebelumnya," ucapnya dihubungi, Jumat (28/10/2022).
Setelah sampah diangkut ke TPST Piyungan pada Rabu lalu, keesokan harinya depo sampah ditutup sehingga sampah ditahan di tiap rumah dan tidak menumpuk di depo.
"Belum tahu [jatah buang sampah dibatasi sampai kapan] karena kami hanya nunggu dari provinsi. Kondisinya masih dinamis jadi bisa berubah-ubah."
Rita menjelaskan pada Rabu lalu truk mengangkut sampah tiga sampai empat kali mengangkut ke Piyungan, meningkat dari biasanya sekitar dua kali angkut. Di Sleman, jumlah armada pengangkut yang tersedia sebanyak 34 unit. "Belum ada pembatasan kuota [sampah yang dibuang] yang penting tidak terjadi antrian panjang."
BACA JUGA: Jadwal Pembuangan ke Piyungan Berubah, Sampah di Jogja Menumpuk
Dia menjelaskan jumlah residu sampah yang dibuang dari Sleman mengalami penurunan. Kondisi ini terlihat dari biaya sampah yang harus dibayarkan ke TPST Piyungan. Biasanya Rp150 juta-Rp160 juta menjadi di kisaran Rp129 juta-Rp138 juta. "Turun Rp20 juta sampa Rp40 juta per bulan. Hitungannya tonase," lanjutnya.
Salah satu penghuni rumah indekos di Sleman, Aryani mengatakan sampah di kosnya sempat meningkat tapi tidak sampai menumpuk. "Tidak sampai luber sampahnya, kemarin sekitar Rabu sudah diambil sama tukang sampah."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.