Cegah Banjir di SMK Tanjungsari, Luweng Ngegong Gunungkidul Dinormalisasi
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
Petugas Dinas Perhubungan Gunungkidul bersama-sama dengan anggota kepolisian saat memeriksa kendaraan luar daerah yang masuk melalui pintu di Pos Hargodumilah, Kapanewon Patuk, Selasa (11/5/2021) sore. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Polres Gunungkidul menerapkan dua rekayasa arus lalu lintas untuk jalur menuju Kota Jojga. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi kepadataan arus kendaraan karena sistem buka tutup akibat longsor di Jalur Jogja-Wonosari di Kalurahan Srimulyo, Piyungan, Bantul.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Purwanta mengatakan, pasca-adanya longsor di jalur utama Kota Jogja-Wonosari di perbatasan Gunungkidul-Bantul langsung melakukan koordinasi untuk penerapan rekayasa arus lalu lintas. Langkah ini diambil guna mengurangi beban di sekitar jalan yang longsor, serta mengurai kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Ada sistem buka tutup. Jadi, di sekitar lokasi ada antrean kendaraan,” katanya, Minggu (30/10/2022).
Purwanta menjelaskan, ada beberapa rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Bagi pengendara pribadi yang berasal dari kawasan wisata pantai diarahkan ke jalur jalan lintas selatan (JJLS) menuju Imogiri, Bantul kemudian ke Kota Jogja.
Untuk kendaraan roda empat maupun roda di di seputaran Kota Wonosari akan diarahkan via Dlingo, Bantul pada saat menuju Kota Jogja. “Sudah kami siapkan personel di Bundaran Siyono untuk mengarahkan kendaraan pribadi yang menuju Jogja lewat Dlingo,” katanya.
Purwanta menegaskan, jalur alternatif via Dlingo hanya berlaku untuk kendaraan pribadi. Adapun kendaraan bertonanse di bawah 30 ton masih diperbolehkan melintas di Jogja-Wonosari, meski harus melalui sistem buka tutup arus.
Menurut dia, ada alternatif lain apabila tidak ingin kejebak macet di area buka tutup. Salah satunya diarahkan lewat jalur Sambirejo, Kapanewon Ngawen menuju Cawas, Klaten kemudian ke Kota Jogja.
BACA JUGA: Viral! Warga Korsel tetap Asik Joget di Tengah Evakuasi Mayat Tragedi Itaewon, Netizen Berang
Jalur alternatif ini, sambung Purwanta, dipersiapkan untuk kendaraan dengan tonanse di atas 30 ton dilarang melintas via jalur yang mengalami longsor. “Kendaraan berat dirahkan lewat jalur alternatif Ngawen-Cawas. Untuk rekayasa ini, kami siapkan personel untuk berjaga di simpang tiga Sambipitu di Kalurahan Bunder, Patuk,” katanya.
Salah seorang pelaju Wonosari-Jogja, Yuwono mengatakan hampir setiap hari bolak-bali Playen-Kota Jogja. Menurut dia, dengan adanya longsor di kawasan Hargodumilah (perbatasan Gunungkidul-Bantul) arus kendaraan jadi semakin padat.
“Ada sistem buka tutup karena lajur yang digunakan hanya satu. Jadi, untuk bisa melintas harus saling bergantian,” katanya.
Yuwono berharap agar longsoran bisa segera ditangani agar tidak semakin meluas. Selain itu, juga sebagai upaya agar kondisi lalu lintas kembali normal. “Mudah-mudahan segera ada perbaikan dan keadaan kembali normal seperti sebelum longsor,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Luweng Ngegong di Tanjungsari menelan Rp255 juta untuk mengurangi risiko banjir yang menggenangi kawasan SMK Negeri 1 Tanjungsari.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 9 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Sebanyak 2,4 juta genteng Jatiwangi disiapkan untuk program perumahan pemerintah. Menperin memastikan kualitas dan standar SNI terjaga.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul November 2026. Cek lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.