Soroti Beda Tafsir Hakim di Sengketa Kontrak, Ahmad Arif Raih Doktor
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Foto ilustrasi di kawasan Jalan Piyungan. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY memperkirakan perbaikan jalan longsor yang menghubungkan perbatasan Patuk Gunungkidul dengan Piyungan Bantul diperkirakan butuh waktu sekitar sebulan. Perbaikan yang berada di jalan utama serta sempitnya akses menjadi kendala tersendiri bagi pekerja untuk membawa material ke lokasi longsoran.
Kepala Dinas PUP ESDM DIY Anna Rina Herbranti menjelaskan sudah ada komunikasi antara Pemda DIY dengan Satker PJN yang menangani perbaikan jalan longsor di Piyungan mengingat termasuk kategori jalan nasional. Saat ini sedang dibangun dinding penahan longsor dengan konstruksi beton dan diperkirakan butuh waktu sekitar sebulan. Melalui penguatan dinding dengan beton harapannya tidak terjadi longsoran.
BACA JUGA : Tebing Bukit Bintang Longsor, Buka Tutup Jalur
“Sekarang sudah dimulai bertahap, karena yang longsor banyak ada 39 meter lebar 3 meter dan tinggi sekitar 6 meter,” katanya, Selasa (1/11/2022).
Anna mengatakan perbaikan jalan itu diperkirakan baru akan selesai pada akhir November 2022 mengingat butuh waktu dalam proses mengangkut material. Di antaranya membawa material ke lokasi, padahal kawasan tersebut merupakan jalan utama dan selalu padat arus lalu lintas. Sehingga perlu ada rekayasa lalu lintas atau petugas yang mengatur. Harapannya dengan rekayasa tersebut pekerja yang membawa material ke lokasi bisa berjalan lebih cepat.
Mengingat jalur Piyungan-Patuk menjadi satu-satunya akses paling mudah bagi warga untuk menuju Kota Jogja dan Gunungkidul. Akses jalan lain sebenarnya ada di antaranya lewat Klaten dan Bantul, akan tetapi jalurnya tergolong ekstrem.
BACA JUGA : Ada Longsor di Hargodumilah, Ini Jalur Alternatif Gunungkidul
“Kendala secara umum tidak ada hanya karena lokasinya itu di jalan padat sehingga butuh proses ketika akan membawa material, rekayasa dilakukan oleh kepolisian dan Dishub. Karena jalan itu juga satu-satunya akses utama yang digunakan warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Bromo kembali dibuka untuk wisatawan dengan kuota 2.752 orang per hari. Menpar mengingatkan pengunjung menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.
Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dibentangkan di Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo Bantul dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Program Motor Listrik Nasional diproyeksikan menciptakan 215.000 lapangan kerja dan nilai ekonomi Rp150 triliun pada 2026–2031.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.