630 Personel TNI-Polri Dikerahkan Amankan Pemilihan Lurah Serentak di Gunungkidul
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Petugas Dinas Perhubungan Gunungkidul bersama-sama dengan anggota kepolisian saat memeriksa kendaraan luar daerah yang masuk melalui pintu di Pos Hargodumilah, Kapanewon Patuk, Selasa (11/5/2021) sore. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Polres Gunungkidul menerapkan dua rekayasa arus lalu lintas untuk jalur menuju Kota Jojga. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi kepadataan arus kendaraan karena sistem buka tutup akibat longsor di Jalur Jogja-Wonosari di Kalurahan Srimulyo, Piyungan, Bantul.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Purwanta mengatakan, pasca-adanya longsor di jalur utama Kota Jogja-Wonosari di perbatasan Gunungkidul-Bantul langsung melakukan koordinasi untuk penerapan rekayasa arus lalu lintas. Langkah ini diambil guna mengurangi beban di sekitar jalan yang longsor, serta mengurai kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Ada sistem buka tutup. Jadi, di sekitar lokasi ada antrean kendaraan,” katanya, Minggu (30/10/2022).
Purwanta menjelaskan, ada beberapa rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Bagi pengendara pribadi yang berasal dari kawasan wisata pantai diarahkan ke jalur jalan lintas selatan (JJLS) menuju Imogiri, Bantul kemudian ke Kota Jogja.
Untuk kendaraan roda empat maupun roda di di seputaran Kota Wonosari akan diarahkan via Dlingo, Bantul pada saat menuju Kota Jogja. “Sudah kami siapkan personel di Bundaran Siyono untuk mengarahkan kendaraan pribadi yang menuju Jogja lewat Dlingo,” katanya.
Purwanta menegaskan, jalur alternatif via Dlingo hanya berlaku untuk kendaraan pribadi. Adapun kendaraan bertonanse di bawah 30 ton masih diperbolehkan melintas di Jogja-Wonosari, meski harus melalui sistem buka tutup arus.
Menurut dia, ada alternatif lain apabila tidak ingin kejebak macet di area buka tutup. Salah satunya diarahkan lewat jalur Sambirejo, Kapanewon Ngawen menuju Cawas, Klaten kemudian ke Kota Jogja.
BACA JUGA: Viral! Warga Korsel tetap Asik Joget di Tengah Evakuasi Mayat Tragedi Itaewon, Netizen Berang
Jalur alternatif ini, sambung Purwanta, dipersiapkan untuk kendaraan dengan tonanse di atas 30 ton dilarang melintas via jalur yang mengalami longsor. “Kendaraan berat dirahkan lewat jalur alternatif Ngawen-Cawas. Untuk rekayasa ini, kami siapkan personel untuk berjaga di simpang tiga Sambipitu di Kalurahan Bunder, Patuk,” katanya.
Salah seorang pelaju Wonosari-Jogja, Yuwono mengatakan hampir setiap hari bolak-bali Playen-Kota Jogja. Menurut dia, dengan adanya longsor di kawasan Hargodumilah (perbatasan Gunungkidul-Bantul) arus kendaraan jadi semakin padat.
“Ada sistem buka tutup karena lajur yang digunakan hanya satu. Jadi, untuk bisa melintas harus saling bergantian,” katanya.
Yuwono berharap agar longsoran bisa segera ditangani agar tidak semakin meluas. Selain itu, juga sebagai upaya agar kondisi lalu lintas kembali normal. “Mudah-mudahan segera ada perbaikan dan keadaan kembali normal seperti sebelum longsor,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
KPK mengungkap OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena terkait dugaan korupsi proyek Dinas PUTR, termasuk pembangunan jalan.
Satgas TNI terlibat kontak senjata dengan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma saat operasi pencarian di hutan Nduga, Papua.
Pemkab Kulonprogo melakukan monev terhadap 10 SPPG dan membekukan empat unit untuk mencegah kejadian fatal MBG kembali terulang.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab membenahi akses jalan wisata dan memperkuat promosi luar daerah untuk meningkatkan kunjungan.