Advertisement

Ada Longsor di Hargodumilah, Ini Jalur Alternatif Gunungkidul-Kota Jogja

David Kurniawan
Minggu, 30 Oktober 2022 - 15:07 WIB
Bhekti Suryani
Ada Longsor di Hargodumilah, Ini Jalur Alternatif Gunungkidul-Kota Jogja Petugas Dinas Perhubungan Gunungkidul bersama-sama dengan anggota kepolisian saat memeriksa kendaraan luar daerah yang masuk melalui pintu di Pos Hargodumilah, Kapanewon Patuk, Selasa (11/5/2021) sore. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Polres Gunungkidul menerapkan dua rekayasa arus lalu lintas untuk jalur menuju Kota Jojga. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi kepadataan arus kendaraan karena sistem buka tutup akibat longsor di Jalur Jogja-Wonosari di Kalurahan Srimulyo, Piyungan, Bantul.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Purwanta mengatakan, pasca-adanya longsor di jalur utama Kota Jogja-Wonosari di perbatasan Gunungkidul-Bantul langsung melakukan koordinasi untuk penerapan rekayasa arus lalu lintas. Langkah ini diambil guna mengurangi beban di sekitar jalan yang longsor, serta mengurai kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Ada sistem buka tutup. Jadi, di sekitar lokasi ada antrean kendaraan,” katanya, Minggu (30/10/2022).

Purwanta menjelaskan, ada beberapa rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Bagi pengendara pribadi yang berasal dari kawasan wisata pantai diarahkan ke jalur jalan lintas selatan (JJLS) menuju Imogiri, Bantul kemudian ke Kota Jogja.

Untuk kendaraan roda empat maupun roda di di seputaran Kota Wonosari akan diarahkan via Dlingo, Bantul pada saat menuju Kota Jogja. “Sudah kami siapkan personel di Bundaran Siyono untuk mengarahkan kendaraan pribadi yang menuju Jogja lewat Dlingo,” katanya.

Purwanta  menegaskan, jalur alternatif via Dlingo hanya berlaku untuk kendaraan pribadi. Adapun kendaraan bertonanse di bawah 30 ton masih diperbolehkan melintas di Jogja-Wonosari, meski harus melalui sistem buka tutup arus.

Menurut dia, ada alternatif lain apabila tidak ingin kejebak macet di area buka tutup. Salah satunya diarahkan lewat jalur Sambirejo, Kapanewon Ngawen menuju Cawas, Klaten kemudian ke Kota Jogja.

BACA JUGA: Viral! Warga Korsel tetap Asik Joget di Tengah Evakuasi Mayat Tragedi Itaewon, Netizen Berang

Advertisement

Jalur alternatif ini, sambung Purwanta, dipersiapkan untuk kendaraan dengan tonanse di atas 30 ton dilarang melintas via jalur yang mengalami longsor. “Kendaraan berat dirahkan lewat jalur alternatif Ngawen-Cawas. Untuk rekayasa ini, kami siapkan personel untuk berjaga di simpang tiga Sambipitu di Kalurahan Bunder, Patuk,” katanya.

Salah seorang pelaju Wonosari-Jogja, Yuwono mengatakan hampir setiap hari bolak-bali Playen-Kota Jogja. Menurut dia, dengan adanya longsor di kawasan Hargodumilah (perbatasan Gunungkidul-Bantul) arus kendaraan jadi semakin padat.

“Ada sistem buka tutup karena lajur yang digunakan hanya satu. Jadi, untuk bisa melintas harus saling bergantian,” katanya.

Advertisement

Yuwono berharap agar longsoran bisa segera ditangani agar tidak semakin meluas. Selain itu, juga sebagai upaya agar kondisi lalu lintas kembali normal. “Mudah-mudahan segera ada perbaikan dan keadaan kembali normal seperti sebelum longsor,” katanya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement