Advertisement

Tebing Bukit Bintang Longsor, Buka Tutup Jalur Lalu Lintas Diberlakukan

Ujang Hasanudin
Minggu, 30 Oktober 2022 - 14:47 WIB
Arief Junianto
Tebing Bukit Bintang Longsor, Buka Tutup Jalur Lalu Lintas Diberlakukan Mobil melintas pelan di area yang mengalami longsor di Bukit Bintang, Minggu (30/10/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Jalan Jogja-Wonosari tepatnya di sisi barat Bukit Bintang, Dusun Plesedan, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul, mengalami longsor, Sabtu (29/10/2022) malam. Kendati tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, insiden tersebut memakan hampir sebagian badan jalan sehingga polisi terpaksa memberlakukan buka tutup jalur karena hanya satu lajur yang aman digunakan.

Pantauan Harian Jogja, Minggu (30/10/2022) siang tampak polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan buka tutup jalan. Tampak longsoran sepanjang sekitar 24 meter dengan ketinggian enam meter tersebut terjadi hampir setengah badan jalan dari total lebar jalan sekitar tujuh meter.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Satu lajur dari arah Wonosari menuju Jogja ditutup dengan pembatas jalan, sehingga pengendara harus bergantian menggunakan jalur.

BACA JUGA: Seorang Tukang Becak di Bantul Tewas Ditabrak Truk

Pejabat Sementara Kasi Audit dan Inpeksi Sub Direktorat Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda DIY, AKP Amir Mahmud mengatakan dalam melakukan pengamanan arus lalu lintas pihaknya mengerahkan 10 personel dari Polres Gunungkidul dan 10 personel dari Polres Bantul secara bergantian.

“Karena jalan lebar tujuh meter yang mengalami longsor dua meter lebih, sehingga hanya satu lajur yang berfungsi dengan sistem buka tutup,” kata Amir di lokasi kejadian, Minggu.

Amir tidak menampik antrean kendaraan dari Sabtu malam hingga Minggu siang ini tidak terhindarkan karena bertepatan dengan hari libur.

Antrean kendaraan dari arah bawah sampai sekitar tiga kilometer atau melebihi simpang tiga Piyungan. Sementara dari atas antrean kendaraan sampai simpang Patuk.

Advertisement

Antrean panjang ini cukup beresiko mengingat jalanan menanjak, di antaranya resiko kampas habis atau kendaraan menimbulkan mogok, karena kondisi kendaraan yang melintas berbagai merek dan tahun. Ia mengimbau pengendara dengan tonase besar untuk mencari jalur alternatif lain agar longsor tidak semakin parah.

Sementara, Rohmat Purnomo, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengatakan lokasi tanah longsor di Jalan Jogja-Wonosari tersebut sebenarnya sudah terjadi pada awal Oktober lalu saat terjadi hujan siang malam, tetapi ketika itu longsoran hanya bagian pinggir jalan.

"Kami juga langsung melakukan perbaikan," kata dia.

Advertisement

Namun, sebelum perbaikan selesai, tanah longsor kembali terjadi pada Sabtu malam lalu. Dia berupaya untuk menyelesaikan perbaikan jalan dan tanggul dalam sebulan ke depan. “Kami usahakan dalam waktu satu bulan lakukan percepatan dengan harapan normal kembali arus lalu lintas,” katanya.  

Untuk penanganannya, kata Rohmat mirip dengan bukit bintang dengan membuat pondasi terlebih dahulu, kemudian membuat dinding penahan tanah dari beton.

BACA JUGA: Pedagang Pasar di Bantul: Harga Bahan Pokok Sudah Naik sejak Sepekan Lalu

Dia pun tidak menampik sepanjang jalan perbatasan Bantul-Gunungkidul di sekitar bukit bintang memang rawan terjadi longsor ketika tertimpa hujan terus menerus, sementara kendaraan yang melintas juga banyak yang bertonase besar seperti bus, truk, dan tronton.

Advertisement

Sementara itu Juwantini, pemilik warung di sekitar lokasi longsor mengatakan saat terjadi longsor ia berada di warung dengan para pengunjung sekitar pukul 21.00 WIB. Dia bersama pengunjung menengar suara seperti roboh. “Setelah dilihat ternyata longsor,” katanya. Jarak warung Juwantini dengan lokasi longsor hanya sekitar lima meter.

Dia mengaku tidak khawatir warungnya terdampak longsor karena sudah dibangket dan pondasi yang kuat. Setiap hari dia bersama suami dan anaknya tinggal di warung tersebut. Menurut Juwantini, lokasi longsor sebelumnya sudah longsor pada awal Oktober lalu, kini kembali longsor setelah tertimpa hujan dan longsoran melebar sampai badan jalan.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kantor Nasdem Dilempar Telur Busuk, Demokrat Curiga Ada yang Ingin Adu Domba

News
| Minggu, 04 Desember 2022, 12:27 WIB

Advertisement

alt

Wisata ke Singapura via Batam, Begini Triknya

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 05:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement