Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Kondisi Balai Dusun Gabukan dan Gedung Paud di Kalurahan Songbanyu, Girisubo yang terendam banjir pada Minggu (6/11/2022)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Hujan deras yang mengguyur wilayah Girisubo sejak Sabtu (5/11/2022) sore mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Hingga Minggu (6/11/2022) siang area Balai Dusun Gabukan, SD Negeri Gabukan dan gedung Paud masih terendam air.
Adapun ketinggiannya sekitar 60 Sentimeter. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) di Kapanewon Girisubo, Ngatijan mengatakan, meski ada sejumlah titik yang terendam air, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Adapun banjir sempat terjadi di kawasan Pelabuhan Sadeng yang mengakibatkan gedung TK sempat terendam air. Kondisi yang sama juga terjadi di Dusun Pugeran, Kalurahan Tileng yang mengakibatkan akses warga terputus karena jalan terendam air.
“Kondisinya sudah mulai surut di dua lokasi ini,” kata Ngatijan, Minggu siang.
Menurut dia, genangan air terparah terjadi di Dusun Gabukan, Kalurahan Songbanyu. Pasalnya, hingga sekarang balai dusun, gedung SD Negeri Gabukan dan Paud masih terendam banjir.
Adapun ketinggiannya sekitar 60 centimenter. “Tadi pagi sempat masuk ke ruangan sekolah. Tapi sekarang sudah mulai surut,” katanya.
Ngatijan mengakui sudah melaporkan peritiwa banjir ini ke BPBD Gunungkidul. Upaya pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kerugian akibat banjir dapat ditekan sekecil mungkin.
BACA JUGA: Viral di Tiktok, Bocah Nangis karena Tak Bisa Nonton TV Akibat Belum Punya STB
“Untuknya pas hari libur. Jadi, tidak ada aktivitas di Paud maupun di sekolah,” katanya.
Menurut dia, banjir terjadi karena lokasi balai dusun dan sekolah berada di bawah. Praktis aliran air masuk hingga menimbulkan genangan.
“Mudah-mudahan tidak hujan lagi sehingga airnya bisa cepat surut. Apalagi, luweng untuk pembuangan juga sudah diketemukan,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, untuk penanganan sudah menerunkan TRC ke lokasi genangan. Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Ada gedung sekolah dan balai dusun di Gabukan yang terendam, tapi tidak ada laporan korban jiwa,” katanya.
Dia berharap kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem sehingga dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin. “Upaya mitigasi terus dilakukan agar dampak dari terjadinya bencana bisa ditekan. Tapi, agar optimal butuh partisipasi dari masyarakat, salah satunya menjaga kebersihan lingkungan sekitar guna mengurangi risiko banjir,” katanya.
Selain itu, antisipasi dapat dilakukan dengan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah. Tujuannya, guna mengurangi potensi pohon tumbang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
BRIN dorong pembahasan RUU Pemilu dipercepat agar Pemilu 2029 berjalan berkualitas dan sesuai tahapan.