Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Tim gabungan akhirnya menemukan santri asal pondok pesantren di Sukoharjo, Jawa Tengah Yuzki Fahimudin (sebelumnya tertulis Yusqi Fasinudin) akhirnya ditemukan dalam pencarian hari kedua di Pantai Seruni di Kapanewon Tepus, Jumat (18/11/2022). Ditemukannya korban, maka operasi pencarian dihentikan dan tim yang terlibat dikembalikan ke satuan tugas masing-masing.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, puluhan presonel dari berbagai relawan, TNI, Polri hingga masyarakat sekitar diterjunkan untuk membantu pencarian Yuzki Fahimudin yang dinyatakan hilang pada Kamis (17/11/2022) pagi. Di hari kedua pencarian dilakukan melalui jalur darat dan laut.
“Kami juga memanfaatkan drone untuk mencari keberadaan korban,” kata Suris, Jumat siang.
Dia menjelaskan, tim darat mencari dengan menyisir kawasan pantai serta melihat dari atas perbukitan. Adapun tim laut dibantu tiga perahu untuk menemukan korban dengan radius pencarian sejauh dua kilometer ke sisi barat dan timur dari lokasi pertama hilang.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Hujan Lagi?
“Sekitar pukul 10.00 WIB akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
Suris mengungkapkan, korban ditemukan mengambang sejauh 20 meter dari lokasi pertama hilang. Jasad Yuzki diangkat kemudian dibawa ke rumah sakit untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga.
“Jasadnya masih utuh. Tapi, ada sedikit kulit yang mengelupas,” katanya.
Menurut dia, dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian secara resmi dihentikan. Adapun personil dan relawan yang terlibat dikembalikan ke satuan tugas di wilayah masing-masing.
“Kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang membantu pencarian hingga akhirnya korban ditemukan, meski dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.
Peristiwa hilangnya Yuzki bermula saat ada kegiatan kamping yang dilakukan pihak pondok pada Rabu (16/11/2022) sore. Rombongan sekitar 100 orang ini menginap di kawasan pantai.
Pada Kamis (17/11/2022) pagi, korban bersama lima temannya berenang di pantai. Saat asyik bermain, tiba-tiba datang ombak besar yang akhirnya menyeret korban hingga ke tengah dan tenggelam.
Adapun lima teman korban bisa menepi sehingga selamat. Kapolsek Tepus, AKP Jarwanto berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama sehingga kejadian yang sama tidak terulang. Dia meminta kepada pengunjung untuk berhati-hati untuk keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Jangan bermain di area berbahaya karena bisa menjadi penyebab terjadinya laka laut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.