Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Ilustrasi petir/Ist-The Independent
Harianjogja.com, JOGJA — Pemkot Jogja mengaku belum berencana menetapkan status tanggal darurat bencana menyusul kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah setempat.
Kewaspadaan masyarakat lebih diutamakan untuk mencegah terjadinya insiden yang membahayakan seperti banjir, longsor, pohon tumbang dan lain sebagainya.
"Kota [Pemkot Jogja] belum ada rencana itu, tapi kami harapkan kewaspadaan warga dengan potensi bencana di lingkungan masing-masing terus meningkat," kata Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi.
Sumadi mengakui bahwa sejak awal bulan ini kondisi cuaca di Kota Jogja dan sekitarnya terus menerus dilanda hujan dengan intensitas angin yang tinggi.
BACA JUGA: BKKBN DIY Perkuat Pengelolaan Kampung KB
Hanya saja, belum ada insiden menonjol yang ditemui di lapangan dampak dari cuaca ekstrem tersebut. Beberapa kejadian yang dilaporkan merupakan dampak rutin yang biasa terjadi saat musim hujan melanda Jogja seperti pohon tumbang, banjir dan rumah tertimpa material.
"Mudah-mudahan kondisinya landai terus ke depan, meskipun cuaca belakangan cukup mengkhawatirkan. Namun belum ada insiden yang cukup besar di lapangan, Mudah-mudahan tidak ada," katanya.
Menurutnya, kesiapsiagaaan dari petugas pengelola bencana sudah dilakukan di lapangan. Warga juga bisa melapor dengan layanan digital yang dipunyai oleh Pemkot Jogja yakni Jogja Smart Service (JSS) saat terjadi bencana, maupun meminta bantuan petugas untuk melakukan antisipasi.
Selain itu, Sumadi juga mengklaim bahwa koordinasi antara instansi pemerintah berkaitan dengan kewaspadaan dan antisipasi terus dilakukan.
"Semua sudah kami imbau agar siaga, baik itu kepada warga masyarakat, instansi terkait dan kampung-kampung yang telah dibentuk KTB agar selalu siap dengan kondisi cuaca saat ini," jelasnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Jogja Warjono mengatakan, berdasarkan pantauan dinamika atmosfer saat ini terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 94S di Samudera Hindia Selatan Jawa yang bergerak ke arah tenggara, hal ini membentuk belokan angin (shearline) di wilayah Jawa termasuk DY.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo Jumat Ini
Dengan didukung anomali suhu permukaan laut yang bernilai positif (+1 s/d +3) di Selatan Jawa serta tingginya kelembapan udara (>80%) membuat pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan di wilayah DIY masih cukup kuat.
"Untuk besok 19 Nov 2022 potensi hujan sedang-lebat masih berpotensi di wilayah Utara DIY seperti Jogja, Sleman, Kulonprogo bagian Utara, Bantul bagian Utara dan Gunungkidul bagian Utara," jelasnya.
Kemudian pada 20 - 22 November 2022 mendatang masyarakat DIY diharapkan waspada terhadap potensi hujan sedang-lebat yang lebih merata di wilayah DIY terutama pada siang-sore hari. Selain itu BMKG DIY juga mengimbau terhadap potensi gelombang tinggi (2,5-4 meter) terutama pada 20-22 November 2022. "Update selalu kondisi cuaca lewat media sosial kami di @infobmkgyia atau lewat aplikasi infobmkg," pungkas Warjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.